Arsip untuk April, 2012

celana jeansJeans pertama kali dibuat di Genoa, Italia tahun 1560-an. Jeans biasa dipakai oleh angkatan laut. Celana yang biasa disebut orang Perancis dengan “bleu de Génes“, yang berarti biru Genoa ini, meski pertama kali diproduksi dan dipakai di Eropa, tetapi sebagai fashion, jeans dipopulerkan di AS oleh Levi Strauss, pria yang mencoba mencari nasib baik ke San Francisco sebagai pedagang pakaian. Ketika itu, AS sedang dilanda demam emas.

Akan tetapi, sampai di California semua barangnya habis terjual, kecuali sebuah tenda yang terbuat dari kain kanvas. Kain ini dipotongnya dan dibuatnya menjadi beberapa celana dan dijual kepada para pekerja tambang emas. Ternyata mereka menyukainya karena tahan lama dan tak mudah koyak. Kemudian Strauss menyempurnakan jeansnya dengan memesan bahan dari Genoa yang disebut “Genes”, yang oleh Strauss diubah menjadi “Blue Jeans“.

Akhirnya karena para penambang sangat menyukai jeans buatannya ini, mereka menobatkan celana ini sebagai celana resmi mereka. Para penambang emas itu menyebut celana Strauss dengan sebutan “those pants of Levi`s” atau “Celana Si Levi”. Sebutan inilah yang mengawali merek dagang pertama celana jeans pertama di dunia.

Naluri bisnis Strauss yang tajam membuatnya mengajak pengusaha sukses Jakob Davis untuk bekerja sama, dan pada tahun 1880 kerja sama itu melahirkan pabrik celana jeans pertama. Dan produk desain mereka yang pertama adalah “Levi’s 501“.

Produk desain pertama memang dikhususkan bagi para penambang emas. Celana ini memiliki 5 saku, 2 di belakang dan 2 di depan, dan 1 saku kecil dalam saku depan sebelah kanan. Karena diperuntukkan bagi para penambang, saku ini tentu bukan untuk bergaya-ria. Tetapi saku imut-imut ini dirancang untuk menyimpan butiran-butiran emas yang berukuran kecil. Meski kini jeans diproduksi dalam berbagai merek dan bukan hanya untuk para penambang, tetapi saku imut-imut itu masih tetap ada. Tentu saja sekarang fungsinya sekarang tidak lagi digunakan sebagai tempat menyimpan butiran emas.

Sumber

Iklan

materialisOrangtua jaman sekarang memiliki pekerjaan rumah demikian banyak dalam mengasuh dan membesarkan anak-anaknya. Hal yang paling kentara dan dirasa cukup sulit bagi orangtua adalah membesarkan anak tanpa tumbuh menjadi pribadi materialistis. Upaya orangtua harus demikian kuat agar bombardir iklan di televisi, majalah, maupun pengaruh teman sebaya, yang menjadi beberapa faktor atas sifat materialistis, dapat diredam.

Studi yang dilakukan oleh Penn State’s Smeal College of Business, seperti dikutip dalam No More Misbehavin’ yang ditulis oleh Michele Borba, Ed.D, menyimpulkan bahwa anak-anak sekarang lebih materialistis di usia yang lebih muda lagi. Karena itu, menjadi tugas orangtua untuk menanamkan pemahaman kepada anak bahwa karakter moral, kontribusi terhadap lingkungan, dan kualitas hubungan mereka akan jauh lebih bernilai ketimbang materi yang bisa diperoleh.

Dengan kata lain, orangtua perlu meyakinkan anak bahwa identitas mereka tidaklah didasarkan pada apa yang mereka punya, tetapi pada siapa mereka. Orangtua perlu mempelajari sejumlah cara bagaimana cara membesarkan anak tanpa membuat mereka menjadi individu yang materialistis.

Berikut cara-cara yang disarankan.

1. Membatasi tontonan televisi
Ini aturan yang sering disebutkan oleh para ahli. Sebaiknya anak tidak menonton lebih dari dua jam setiap hari. Selain sejumlah program yang dibuat banyak yang masih tidak sesuai dengan usia anak, iklan yang muncul di antara program tersebut kerap menarik perhatian anak dan pada akhirnya membuat mereka menginginkannya. Cara lain yang juga dapat dilakukan adalah dengan mengalihkan perhatian anak saat jeda iklan. Kalaupun tidak, jelaskan kepada anak tentang teknik pemasaran yang biasa digunakan dalam iklan. Atau tonton acara yang tidak ada iklannya.

2. Perhatikan apa yang diperhatikan anak
Bila Anda melihat anak ingin menggunakan celana jins skinny, pakaian dengan merek ternama karena melihatnya di majalah, inilah waktunya untuk menjelaskan kepada mereka agar tidak selalu mengikuti arus. Pada awalnya anak mungkin saja akan kesal, sebal, dan mengatakan Anda tidak paham perasaan mereka. Namun, dengan mengingatkan akan hal tersebut, pada akhirnya anak akan meresapi penjelasan Anda.

3. Katakan “tidak”
Bukan tindakan tepat untuk selalu memberikan apa saja yang diinginkan anak. Lagipula, menurut Michele, Anda tidak selalu mendapatkan apa yang diinginkan dalam hidup ini ‘kan? Mengatakan “tidak” atau menolak membelikan benda-benda yang diinginkan anak bukanlah hal keliru.

4. Hadiah tanpa membeli
Sesekali ada baiknya juga melatih anak untuk tidak membeli hadiah bagi anggota keluarga. Hal itu akan mendorong anak untuk kreatif dalam membuat hadiah tanpa mengeluarkan uang, misalnya membuat kartu, puisi, atau poster yang menggambarkan rasa sayang mereka bagi penerima hadiah.

5. Menjadi panutan
Sebelum terburu-buru menyalahkan iklan di televisi maupun teman sepermainan anak, coba lihat kembali diri sendiri. Apakah Anda gemar mengoleksi barang tertentu yang harganya sangat mahal? Apakah Anda sebagai orangtua suka membeli aneka busana dari perancang atau merek terkemuka?
Kalau jawabannya iya, orangtua perlu membenahi diri. Perlu diingat, anak lebih meniru orangtuanya. Dengan kata lain, kalau orangtua ingin memiliki anak yang tidak materialistis, harus bisa menjadi contoh. Percuma saja orangtua mengajarkan anak untuk tidak selalu membeli barang mewah sementara sang ibu masih asyik membeli sepatu atau tas dengan harga selangit.

6. Ajarkan prioritas
Gunakan keputusan berbelanja sebagai peluang untuk mengajarkan perencanaan keuangan, termasuk bagaimana mengontrol keinginan yang tidak perlu. Saat berbelanja untuk keperluan sekolah, misalnya, minta anak untuk membuat daftar barang yang diinginkan lalu buat prioritasnya.

7. Latih kesadaran untuk menyumbang
Tidak harus memaksa anak untuk mau menyumbangkan benda kesayangan mereka. Orangtua bisa menjadi contoh baik dengan menyumbangkan barang sendiri untuk kegiatan amal dan jelaskan alasan Anda melakukan itu. Setelah itu biarkan anak tahu bahwa mereka dapat mendonasikan barang-barangnya juga. Barang tersebut bisa diberikan kepada sepupu yang lebih kecil ataupun kepada anak-anak yang tidak mampu. Hal itu akan membantu anak menyadari bahwa barang hanya objek semata.
Mereka juga belajar untuk melepaskan kesenangan dari barang yang dimiliki agar orang lain dapat merasakan, kesenangan yang sama, seperti yang dialaminya.

Sumber

Sejarah Beatbox

Posted: 27 April 2012 in Sejarah
Tag:, ,

beatboxTradisional
Imitasi suara sudah dikenal masyarakat dunia sejak dahulu kala. Meskipun tidak ada hubungan langsung dengan budaya Hip Hop, seni-seni vokal perkusi seperti musik Bol di India, Kouji di China, maupun teknik vokal perkusi dari Afrika turut menjadi landasan dalam beatboxing. Di Indonesia sendiri terdapat tari kecak yang musik latarnya merupakan paduan dari bunyi-bunyi dari kosakata tertentu.

Era Hip Hop
Beatbox dalam dunia Hip Hop mulai dikenal pada tahun 1980-an. Kata “beat box” secara harfiah mengacu pada mesin drum generasi pertama, oleh sebab itu para beatboxer pada era tersebut sering dijuluki sebagai “Human Beat Box”. Musisi yang menjadi pelopor di ataranya Doug E. Fresh, Darren “Buffy” Robinson dari grup The Fatboys, dan Leonardo “Wise” Roman dari Stetsasonic. Masing-masing musisi mempelopori ciri khas dan gaya yang berbeda-beda dan menginspirasi generasi beatboxer berikunya. Selain menghasilkan suara ketukan dan ritme, pada era ini musisi Biz Markie juga memperknalkan teknik MCing dan menyanyi yang digabungkan dengan suara perkusi.

Era Modern
Pada dekade 1990-an, musisi Beatbox banyak bermuculan dan juga berkonstibusi dalam penyebaran beatbox ke seluruh penjuru dunia. Beatboxer yang cukup tersohor antara lain Vaughan Chadderton, Rahzel, Kenny Muhammad, serta Matisyahu. Perkembangan Internet juga memberi dampak positif bagi perkembangan beatbox di seluruh dunia. Pada tahun 2005, untuk pertama kalinya diadakan kejuaraan beatboxing sedunia di Leipzig, Jerman. Kejuaraan ini diikuti oleh Beatboxer dari seluruh penjuru dunia seperti Tom Thumb dan Joel Turner dari Australia, White Noise dari Irlandia, Roxorloops dari Belgiua), Poizunus dari Kanada, serta Faith SFX dari Inggris. Di akhir kejuaraan, dinobatkanlah Joel Turner dari Australia sebagai pemenang pertamannya. Sedangkan posisi runner-up diberikan kepada Roxorloop dari Belgia.

Sumber

warnaJika suatu benda dapat memancarkan cahaya dan benda tersebut memancarkan gelombang cahaya berwarna merah, maka benda tersebut akan terlihat berwarna merah. Sedangkan jika suatu benda tidak dapat memancarkan cahaya, maka benda tersebut akan terlihat berwarna sesuai dengan spektrum warna yang dipantulkan benda tersebut. Sementara itu, spektrum warna yang tidak dipantulkan akan diserap oleh atom atau molekul penyusun benda tersebut. Sebagai contoh, jika disinari dengan sinar berwarna putih, daun akan memantulkan spektrum warna hijau menyerap cahaya selain spektrum warna hijau tersebut sehingga daun terlihat berwarna hijau.

Lalu mengapa suatu atom atau molekul menyerap cahaya tertentu? Penyerapan hanya terjadi jika energi foton yang datang cocok dengan energi yang diperlukan untuk memindahkan satu elektron paling luar atom atau molekul tersebut dari tingkat dasar ke tingkat tereksitasi (atau dari pita valensi ke pita konduksi di dalam zat padat). Jadi penyerapan spektrum warna oleh atom atau molekul penyusun suatu benda yang menyebabkan benda tersebut memantulkan warna tertentu saja. Spektrum warna yang yang tidak diserap, akan dipantulkan. Dan spektrum warna yang dipantulkan inilah yang terlihat oleh mata, dan membuat benda tersebut menjadi berwarna.

Lalu mengapa ada benda yang bening alias tidak berwarna seperti air? Tetapi, ternyata air dan benda-benda bening lainnya sebenarnya memiliki warna. Perlu diketahui bahwa warna air adalah biru, karena air menyerap gelombang cahaya matahari (yang terdiri dari tujuh elemen warna). Molekul-molekul air ini kemudian menyerap warna-warna itu dan memantulkan spektrum warna biru, dan itulah yang terlihat oleh mata kita.

Namun kita tidak mungkin dapat melihat warna biru air itu hanya pada segelas air atau satu ember air saja. Karena lapisan air di gelas tidak menyerap dan memantulkan cukup spektrum warna yang datang kepadanya, sehingga air tidak bisa menunjukkan warna biru aslinya. Lain halnya bila kita melihat ke dalam kolam berenang atau bahkan lautan luas. Air akan memantulkan spektrum warna biru dan menyerap spektrum warna lainnya sehingga air tampak berwarna biru.

Dengan ini maka jelaslah mengapa air laut atau air pada kolam renang berwarna biru. Namun, di samping warna biru yang dipantulkan air itu sendiri, lautan juga mengandung banyak sekali partikel-partikel lainnya. Mulai dari ikan, karang, plankton, dan sebagainya. Ada juga zat organik yang terlarut di dalam air. Materi-materi inilah yang menyebabkan penyerapan cahaya matahari sehingga hanya menyisakan warna biru gelap bagi lautan. Selain itu, pantulan warna biru langit pada air juga turut memberi peranan terhadap birunya warna air laut.

Warna biru itu sendiri sebenarnya berasal dari cahaya matahari yang memiliki panjang gelombang yang besar. Ketika memasuki atmosfer bumi, panjang gelombang tersebut akan mengecil dan memencar. Panjang gelombang yang baru ini besarnya sama dengan panjang gelombang warna biru sehingga langit terlihat berwarna biru. Sebenarnya, peristiwa ini mirip dengan masuknya cahaya melalui prisma. Cahaya yang masuk akan terbias menjadi beberapa warna utama: ungu, nila, biru, hijau, kuning, jingga dan merah. Warna ungu memiliki panjang-gelombang tertinggi, dan warna merah terkecil, sehingga muncul istilah ultra-ungu dan infra-merah.

Cahaya matahari sendiri sebenarnya berwarna putih. Cahaya putih itu sendiri merupakan gabungan dari berbagai energi gelombang. Lalu mengapa matahari tampak berwarna kuning di mata kita? Hal ini disebabkan karena terbiasnya gelombang warna biru di atmosfer seperti dijelaskan di atas sehingga gabungan gelombang warna yang tersisa tampak dengan warna kuning.

Warna primer
Merupakan warna dasar yang tidak merupakan campuran dari warna-warna lain. Warna yang termasuk dalam golongan warna primer adalah merah, biru, dan kuning.

Warna sekunder
Merupakan hasil pencampuran warna-warna primer dengan proporsi 1:1. Misalnya warna jingga merupakan hasil campuran warna merah dengan kuning, hijau adalah campuran biru dan kuning, dan ungu adalah campuran merah dan biru.

Warna tersier
Merupakan campuran salah satu warna primer dengan salah satu warna sekunder. Misalnya warna jingga kekuningan didapat dari pencampuran warna kuning dan jingga.

Warna netral
Warna netral merupakan hasil campuran ketiga warna dasar dalam proporsi 1:1:1. Warna ini sering muncul sebagai penyeimbang warna-warna kontras di alam. Biasanya hasil campuran yang tepat akan menuju hitam.

Sumber

komputer CPUBagian pertamanya

Monitor = komputer
Sering banget denger teman-teman yang menyebut monitor sebagai komputer. Sebenernya nggak salah-salah banget sih, karena monitor sendiri juga bagian dari komputer. Tapi yang kemudian bikin geli adalah kalo ada orang yang bingung dengan data-datanya pas monitornya diganti. Pernah nemuin masih ada yang mikir kalo monitornya diganti, data-data yang dibuatnya ikut ganti. Padahal apalah peran monitor itu sehingga ‘dituduh’ sebagai penyimpan data.
Yang pasti data-data yang dibuat di komputer tersimpan di media penyimpanan, dan akan berfungsi normal jika dirangkaikan dengan sebuah benda bernama rangkaian CPU. Sedangkan monitor, hanyalah bertugas untuk menampilkan (kecuali komputer yang CPUnya menempel bersama monitornya).

Meninggalkan Proses Cetak
Lagi ngetik, udah selesai, tinggal cetak, setelah diperintah cetak kok nggak muncul di printer. Ternyata printernya ganti walaupun sama tipenya. Ya udah, tinggalkan proses pertama, perintah lagi, cari nama printer yang baru, dan cetaklah. Besoknya ganti printer yang sebelumnya, begitu dicolokin ke CPU lha kok mencetak sendiri. Kemudian dipikir ruangannya angker, atau printernya mbalelo, atau ada yang ngerjain.
Proses mencetak yang tidak sempurna sering masih tersimpan di memori komputer, sehingga suatu saat kalo printer yang dimaksud kembali dipasangkan ke komputer, proses yang tersimpan tadi masih akan mencari driver yang tepat dan meneruskan pekerjaannya. Makanya semua proses mencetak yang tidak digunakan atau tidak jadi lebih baik dibatalkan saja, daripada ‘menuduh’ ada yang angker dengan komputer atau lingkungannya.

Aspect Ratio
Ingin menyisipkan sebuah foto di sebuah dokumen, MS Word misalnya. Karena resolusi fotonya terlalu besar, sedangkan foto yang diinginkan berukuran 3 × 4, maka ditarik-tariklah sedemikian rupa sehingga berukuran kecil. Tapi ternyata, gambar yang tampil jadi terlalu melebar atau meninggi. Jadinya kembali ditarik-tarik sampai bentuk gambarnya proporsional. Tapi kok ukurannya nggak jadi 3 × 4 ya? Tarik-tarik lagi sampai pusing, akhirnya apa adanya aja yang dipakai.
Kalo mau bagus dan sesuai dengan ukuran aslinya, mestinya ukuran panjang × lebar gambar tersebut juga harus diperhatikan. Aspect ratio yang mengatur dimensinya harus teratur sehingga gambar yang dikecilkan bisa berukuran simetris identik dengan gambar aslinya. Jadi kalo mau ngecilin ukuran gambar, harusnya bukan titik sebelah samping kanan kiri atau titik atas bawah yang ditarik-tarik, tapi titik-titik yang ada di masing-masing pojokan gambar yang diatur. Kalopun diinginkan ukuran tertentu, misalnya 3 × 4 tadi, sedangkan gambar masih terlalu kelebihan di masing-masing sisinya, pake fasilitas cropping.

Hitungan di Excel
MS Excel adalah sebuah program yang sangat mendukung perhitungan dengan rumus-rumus. Tapi apa jadinya kalo program yang sebenarnya dibuat untuk membantu pekerjaan kita, malah sebaliknya jadi kita yang membantu program. Dengan alasan tidak tahu cara menggunakan rumus di MS Excel, alih-alih kita malah sering ngerjain rumus menggunakan kalkulator daripada mengerjakan langsung di lembar kerja.
Membuat kerjaan di Excel, terus ngitung hasil penjumlahan di kalkulator, kemudian hasil di kalkulator itu tadi baru dimasukkan ke dalam Excel. Terus apa gunanya pake Excel? Kalo sekedar buat tabel, pake MS Word aja juga bisa. Bahkan pake rumus di Word juga bisa. Masak kita biarkan program secanggih Excel ini nganggur, kan nggak efektif dan efisien sama sekali. Sebaliknya kita yang jadi membantu kerjaannya Excel itu dengan mengalihkan kerjaan mereka ke alat lain semacam kalkulator tadi.

Ternyata masih banyak fasilitas di komputer yang belum bisa kita maksimalkan penggunaannya. Sebenernya banyak banget tutorial yang bisa kita dapatkan, entah itu buku (beli di toko buku), e-book (donlot gratisan banyak di internet), ato sumber-sumber gratis (pinjem teman aja bisa). Yang tau pun belum tentu ngerti. Asal jangan sampe punya komputer yang canggih banget tapi nggak bisa menggunakan secara optimal, sehingga banyak fitur yang terbuang percuma. Punya barang yang buat gaya-gayaan aja dengan mengorbankan fungsinya itu hal yang mubadzir, padahal ‘innal mubadzdziriina kaanuu ikhwaanasy syayaatiin’.

salah jalanMungkin kita sering banget berpikir dan seringkali bilang kalo orang Indonesia itu sulit diatur, tidak tertib, seenaknya sendiri, kurang disiplin, dll. (padahal kita sendiri juga orang Indonesia). Sebenernya kalo dicermati dan diteliti lebih dalam lagi, sifat-sifat buruk tadi tidak begitu saja terjadi dan muncul dari orang-orang negeri kita tercinta ini.

Tentu saja logikanya tidak ada asap kalo tidak ada api, atau asap muncul setelah api muncul, atau apalah. Sifat-sifat seperti ini bukan diturunkan melalui aliran darah orangtua kepada anaknya, atau dari generasi ke generasi secara genetis. Memang diwariskan dari generasi ke generasi, tapi tidak melalui genetika, melainkan melalui perilaku. Contoh sederhananya begini, apapun yang menjadi kebiasaan orangtua di rumah pasti akan diperhatikan oleh anaknya. Karena anaknya tidak memandang kebiasaan itu sebagai baik-buruk, melainkan boleh-tidak, maka apapun yang dilakukan orangtua dianggap boleh bagi anaknya, termasuk kebiasaan buruknya.

Berkali-kali ngalamin yang namanya ngeliat orangtua mencontohkan hal-hal buruk kepada anaknya di kehidupan nyata. Mungkin orangtua nggak nyadar tentang perbuatannya, wong udah biasa, lagian orangtua mereka dulunya juga gitu, tapi coba liat dari segi perspektif anak. Misalnya buang sampah. Saat berkendara, orangtua ngemil sesuatu, atau minum air kemasan. Kemudian bungkus bekasnya dilempar begitu saja di jalan (kalo naik motor), atau buka kaca, buang, tutup kaca, pasang wajah tanpa dosa (kalo naik mobil). Kalo bersama anaknya, pasti anaknya mikir ‘Oh, gitu ya cara buang sampah di jalan’, dan plagiatlah si anak.

Beda lagi kemudian anak udah diberi pendidikan tentang beda antara boleh-tidak dan baik-buruk. Bisa saja kemudian anak ngasih tau, minimal ngingetin orangtuanya. Kalo orangtuanya nggak malu sih, lanjut aja. Tapi dengan sikap nggak malu itu pula yang menumbuhkan sugesti lain bagi sang anak yang pendidikannya udah baik tadi.

Itu hanya contoh, tapi kenyataannya lebih banyak lagi. Kebiasaan buruk itu akan terus berlanjut ke generasi selanjutnya, kemudian ke generasi selanjutnya, kemudian ke generasi selanjutnya lagi, sampai bangsa ini habis generasinya. Kita yang sebagai generasi masa kinilah yang seharusnya memutus lingkaran warisan buruk ini.

Bangsa Indonesia yang tidak tertib, alangkah baiknya tidak terjadi dalam bangsa Indonesia yang ada dalam generasi di bawah kita. Kita mungkin bisa memulai dari diri sendiri, kemudian keluarga, kemudian anak-anak (yang udah punya anak), agar kebiasaan buruk ini tidak menular ke generasi penerus keluarga kita, utamanya agar generasi penerus kita tidak menjadi salah satu dari bangsa Indonesia yang tidak tertib dan sembarangan tadi. Jadi, meskipun masih banyak orang Indonesia dari keluarga lain yang nggak tertib atau berperilaku seenaknya sendiri, setidaknya bani kita terhindar dari kebiasaan buruk.

Biasanya orang-orang yang tidak tertib dan melanggar aturan ini akan menggunakan segala macam alasan untuk membenarkan kelakuannya yang tidak taat tadi. Mungkin kita juga pernah seperti itu. Sekedar sebagai pengingat saja, Bani Israil mengajukan berbagai alasan yang digunakan untuk membenarkan tingkah laku mereka yang sangat sesat dan tidak menghargai bangsa lain, bahkan nabi-nabi mereka sendiri. Apakah kita juga mau kalo disamakan dengan Bani Israil ini?

Jadi saat mau melancarkan berbagai macam alasan pembenaran dan langkah-langkah pembelaan diri, ingatkan diri kita sendiri bahwa kita bukan Bani Israil. Kita adalah orang Indonesia yang tertib dan taat, yang menjaga keluarga dan generasi kita dari ketidaktertiban, yang menghindarkan diri dari kegagalan menjadi orang yang terbaik di dalam kehidupan bermasyarakat. Nggak peduli di rumah, di jalan, di kantor, atau di sekolah, perilaku tertib harus tetap terjaga. Bukannya malah mencari negara lain yang orangnya tertib-tertib, tapi ubah sifat dan perilaku kita sendiri, agar pandangan dan anggapan terhadap orang Indonesia yang tidak tertib, sulit diatur, seenaknya sendiri, kurang disiplin, akan hilang secara berangsur-angsur, karena kita telah melatih generasi selanjutnya untuk keluar dari stereotip itu.

Tentu saran ini bagi yang mau generasi keluarganya menjadi orang-orang yang tertib, bagi yang nggak mau dan pengen meneruskan gaya hidup tidak disiplin dipersilakan saja, toh akibatnya juga bagi mereka sendiri nantinya. Disiplin itu berawal dari diri kita sendiri, nggak bisa nunggu orang lain dulu baru ngikut.

Panas Hujan

Posted: 20 April 2012 in Pemikiran
Tag:, , , ,

panas hujanBuat kita yang selalu mengeluh saat hujan
Bersenang-senanglah kita sekarang
Karena hari sedang panas
Tapi berhentilah meratapi dan menyalahkan hujan
Karena hidup tidak selalu seperti yang kita inginkan
Belajarlah mensyukuri hujan
Kita akan terus mengeluh dan meratap sampai tua
Karena hujan akan ada sepanjang hidup kita

Buat kita yang selalu mengeluh saat panas
Bersyukurlah saat hujan datang
Karena panas terkurangi dengan datangnya hujan
Karena panas mengingatkan kita akan nikmatnya hujan
Karena panas bagian dari kehidupan kita
Kita akan terus mengeluh dan meratap sampai tua
Karena panas akan ada sepanjang hidup kita

Buat kita yang selalu mengeluh di saat panas dan hujan
Seolah arah hidup kita tidak jelas
Dan sekali lagi kita harus ingat
Hidup tidak selalu seperti yang kita inginkan
Kita akan terus mengeluh dan meratap sampai tua
Karena panas dan hujan akan ada sepanjang hidup kita

Tidak perlu memprotes Allah karena adanya panas atau hujan
Bahkan mestinya kita selalu bersyukur
Karena Allah masih membiarkan kita hidup menikmati panas dan hujan

SMS Bom

Posted: 18 April 2012 in Pengalaman
Tag:,

sms bomKarena banyaknya operator seluler yang mengobral bonus Short Message Service (SMS), muncullah kebiasaan dari para penggunanya yaitu SMS sebanyak-banyaknya buat ngabisin bonus. Nggak peduli SMS itu perlu atau penting, yang penting itu ngabisin bonusnya. Memang kalo dapat bonus itu biasanya nggak bisa dipake buat hari berikutnya, jadi hanya untuk sehari udah harus abis. Kalo nggak percuma dapat bonus.

Mungkin dari anggapan ‘percuma dapat bonusnya’ inilah muncul SMS bom ke siapapun, asal bonus semua terpakai. Padahal kalo mau mikir lebih lanjut, harus anggapan ‘percuma’ ini diaplikasikan pada anggapan ‘percuma SMS ke banyak orang tanpa tanpa keperluan’. Tapi ya karena nggak mau mikir lebih lanjut, mikirnya cuma bonus yang harus abis, ya jadilah seperti itu. Sekarang gini aja, ada operator yang membonusi bahkan sampai 10.000 SMS. Apakah kita, secara wajar aja, dalam seharian jumlah kegiatan SMS yang dilakukan bisa nyampe angka 500 aja lah? Kalopun ada, bisakah tembus angka 1000? Kalopun juga ada, emang adakan seseorang dengan benar-benar perlu ber-SMS sampe dapat angka 5000 kali?

Gara-gara berkali-kali ngeliat teman yang sering melakukan SMS bom dan sering pula dapat SMS bom, jadi mikir apakah itu fungsinya SMS. Padahal SMS juga ada etikanya, yang sebenarnya juga nggak jauh beda sama telepon. Kalo SMS belum juga dibales, bukan berarti tidak mau balas SMS atau bagaimana, tapi mungkin karena ada sesuatu hal yang bikin tidak bisa balas SMS dengan cepat. Bukannya malah belum dibalas satu SMS yang pertama, udah diberondong dengan SMS lagi yang menyuruh segera membalas SMSnya, sama aja dengan SMS bom tadi.

Seringnya SMS tidak terlalu memperhatikan etika komunikasi, padahal etika tersebut juga diperlukan walaupun komunikasi tidak berlangsung secara langsung dan bertatap muka. Akibatnya sering terjadi pula salah pemahaman tentang SMS yang diterima, sehingga terjadi salah paham di antara kedua komunikator ini. Juga patut diperhatikan, seperti komunikasi juga, dengan siapa dan apa kita ber-SMS ria. Jangan sampai juga salah sambung (kecuali kalo emang disengaja salah sambung).

SMS memang sebuah teknologi canggih nan murah, sampai-sampai karena kemurahannya diobrallah ribuan SMS gratisan. Bisa jadi sebuah hal yang menguntungkan bagi mereka yang memang membutuhkannya (bisa jadi media promosi gratis melalui SMS gateway), tapi juga suatu hal yang sangat mengganggu bila ada orang lain yang mengirimkan SMS bom kepada kita. Bahkan sering ditemui pengirim SMS bom dengan bangganya bercerita bahwa dia telah menghabiskan bonus SMSnya hari itu. Tapi semoga aja SMS yang digunakan emang benar-benar diperlukan dan dibutuhkan, agar nggak percuma punya bonusannya.

inceptionTak dapat dipungkiri, Inception adalah salah satu film hollywood yang mempunyai ide dan jalan cerita yang sangat keren. Inti dari filmnya sendiri adalah ide dan mimpi, yang dikombinasikan menjadi penanaman ide melalui mimpi. Ada beberapa fakta yang dipaparkan dalam film ini, yang pada saat kita menontonnya, maka kita mungkin bisa jadi berpikir, “Oh ya, rasanya aku sering mengalami seperti itu”.

Secara alurnya, mungkin agak sulit dimengerti, apalagi kalo hanya sekali menontonnya. Kita yang menonton akan mendapati kebingungan mana adegan dalam dunia nyata, ataukah mana adegan dalam dunia mimpi. Tapi seperti film-film yang lain, tidak ada yang tidak mungkin dalam sebuah film, meskipun dengan rekayasa.

Ada beberapa hal yang berkaitan dengan mimpi yang akan kita temukan di dalam film ini, namun sebenarnya selalu kita alami setiap saat kita bermimpi. Yang pertama, kita tidak tau awal mimpi kita, tau-tau kita udah ada di tengah-tengah mimpi, dengan sebuah situasi tertentu. Karena dalam mimpi kita berpikir semuanya adalah nyata, maka kita tidak pernah mengingat-ingat bagaimana awalnya kita masuk ke dalamnya. Begitu juga saat bangun, kita akan mengalami kesulitan mengingat bagaimana mimpi kita barusan.

Yang kedua, di dalam mimpi waktu terasa sangat lama, padahal kita mungkin hanya tidur beberapa menit. Saat bermimpi otak kita bekerja lebih cepat, sehingga kita bisa merasakan kita menjalani kehidupan berhari-hari untuk mimpi kita semalam saja.

Yang ketiga, di dalam mimpi memungkinkan kita bisa bermimpi lagi. Karena kita tidak menyadari mimpi sebagai alam bawah sadar kita, kita bisa mengalami tidur dalam mimpi kita dan kemudian bermimpi lagi tanpa kita sadari juga.

Yang keempat, kita bisa merasakan sakit di dalam mimpi, tapi bisa jadi rasa sakit itu hilang pada saat kita bangun. Mungkin dalam mimpi kita juga sering merasa bahwa kita sedang berlari-lari, tapi entah mengapa seperti ada yang menahan laju kaki kita untuk berlari, padahal dengan sekuat tenaga kita mencoba untuk berlari. Dan tentu saja, kita tidak menyadari bahwa semua ini hanya mimpi yang tidak nyata.

Yang kelima, tentu saja kita tidak menyadari bahwa mimpi kita tidak nyata. Kita menjalani kehidupan seolah-olah kita benar-benar mengalaminya di dunia nyata. Kadang ada saat-saat tertentu kita menyadari bahwa ini hanyalah mimpi, tapi kita lebih sering beranggapan bahwa inilah dunia nyata.

Dan sebenarnya masih banyak lagi yang bisa kita ambil hikmahnya. Beberapa tulisan juga pernah mengulas bahkan yang lebih bagus dan lengkap daripada apa yang aku tulis ini. Malahan ada beberapa ulasan yang mengambil fakta ilmiah dan juga hikmah filosofi yang keren dari film tersebut. Dan di atas semuanya, film ini memang tergolong film yang agak berat namun seru untuk diikuti, meskipun harus berpikir sampai mengerutkan dahi saat mengikuti ceritanya.

Dalam cerita film ini, para tokohnya mengalami 3 tingkatan mimpi. Jika mereka mati dalam mimpi mereka, mereka bisa bangun kembali. Namun untuk tahap terakhir, jika mereka mati, mereka tidur terlalu lelap untuk bangun kembali. Mereka akan memasuki Limbo, sebuah ruang mimpi yang tak terancang berisi material bawah sadar yang mentah dan tak terbatas.

Liga Champions AC Milan FC BarcelonaSebelum laga leg pertama AC Milan melawan Barcelona berlangsung, ada beberapa ulasan tentang duel ini, terutama dilihat dari sisi absennya pemain belakang Milan, Thiago Silva, dan cemerlangnya pemain Barca, Llonel Messi. Salah satu berita di koran harian yang aku baca juga mengangkat hal yang sama. Thiago Silva, yang selama ini menjadi kekuatan pertahanan Milan, absen turun karena cedera di laga domestik sebelumnya melawan AS Roma. Dengan absennya Thiago Silva maka pertahanan Milan akan rapuh. Sedangkan sang lawan, Llonel Messi, bermain amat sangat cemerlang sepanjang musim. Messi dianggap sebagai mutiara kecemerlangan permainan kolektif Barcelona.

Tapi tunggu dulu, ini adalah duel AC Milan melawan FC Barcelona, bukan duel antara Thiago Silva melawan Llonel Messi. Milan bukan hanya Thiago Silva, masih ada pemain-pemain lain meskipun Thiago adalah salah satu penopang kekuatan pertahanan Milan. Bahkan ada yang mengatakan bahwa saat Thiago main saja Milan kebobolan banyak gol, apalagi kalo Thiago tidak main. Padahal terjadinya gol itu bukan kesalahan Thiago.

Demikian pula dengan Llonel Messi, meskipun jadi mesin gol Barcelona, tapi ingat bahwa Llonel juga manusia yang tidak luput dari kesalahan dan kekurangan. Tanpa ada semua ornamen permainan Barcelona, Messi hanyalah bintang tanpa tim. Sehebat apapun permainannya, ini adalah permainan tim.

Seseorang dikatakan sebagai pemain sepakbola jika dia memainkan pertandingan sepakbola bersama sebuah tim, bukan karena dia memainkan bola. Seorang Llonel Messi menjadi pemain sepakbola karena dia bermain bersama tim bernama Barcelona. Sebaliknya, seorang Arnaud ‘Sean’ Garnier, meskipun dia bermain bola, tapi dia tidak digolongkan sebagai pemain bola karena dia adalah seorang freestyler sepakbola, bermain bola yang tidak dengan tim. Karena sepakbola adalah permainan tim, maka bila tidak ada permainan tim dalam pertandingan sepakbola, maka itu adalah permainan bola individu.

Tidak dapat dipungkiri bahwa Barcelona mempunyai permainan kerjasama kolektif yang merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Tapi perlu diingat bahwa Barcelona bukan hanya Llonel Messi. Demikian juga AC Milan merupakan salah satu tim yang mempunyai pertahanan terkuat di dunia, tapi AC Milan bukan hanya Thiago Silva. Absennya Thiago tidak serta merta berarti Llonel leluasa membuat gol demi gol. Masih ada pemain yang lain yang akan selalu dan pasti dipasang mengisi tempat yang ditinggalkan Thiago. Dan hasil akhir pertandingannya, para penggemar sepakbola pasti sudah tahu semua.