Arsip untuk Desember, 2014

permenPermen adalah sejenis gula-gula adalah makanan berkalori tinggi yang pada umumnya berbahan dasar gula, air, dan sirup fruktosa. Makanan ini bisa digemari oleh semua kalangan dari semua umur.

Tapi ada yang masih ingat nggak pengalaman pertama makan permen? Jadi ceritanya dulu aku nggak bisa caranya makan permen, tapi seneng banget sama permen. Terus gimana makannya? Permen, yang telah dipisahkan dari bungkusnya, aku jilatin, sampe bosan. Kalo udah bosan, dibuang.

Maksudnya di sini, yang bosan itu akunya, bukan permennya. Mungkin dengan cara ‘makan’ yang kaya gini, permen akan merasa di-PHP. Dijilat, tapi nggak ditelan.

Seiring bertambahnya usia, rasa penasaran akan makan permen akhirnya bisa terobati, dengan belajar makan permen yang baik dan benar. Permen pertama yang aku coba adalah permen Vicks, yang bentuknya segitiga, ada tulisan huruf ‘V’, bungkusnya persegi, ada tulisan ‘Vicks’ di bungkusnya. Pertama kali mengulum benda ini, permennya yang dimaksud, rasanya enak, manis agak semriwing gitu, karena ada kandungan mintnya.

Petaka terjadi dimulai pada saat aku nemuin sebuah peluit. Iseng, aku tiup peluitnya. Dan karena aku pemakan permen pemula, konsentrasiku untuk menyerap rasa permen di mulutku jadi berkurang. Perlahan-lahan si permen tergelincir di lidah, masuk ke tenggorokan tanpa bisa ditahan, dalam kondisi ukuran yang masih besar.

Betapa pahit pengalaman pertamaku makan permen, terutama bagi permennya. Tapi karena itu, aku dapat teknik lagi biar permen nggak begitu aja main selonong masuk ke tenggorokan. Dan akhirnya aku bisa makan permen dengan baik dan benar, terutama aman.

Katanya makan permen bisa bikin sakit gigi, padahal makan permen itu baik, asal tidak. Maksudnya tidak berlebihan, misalnya makan permen, terus kecanduan, kebanyakan. Makan ya sewajarnya aja, nggak usah berlebihan. Ingat, biarpun baik, sesuatu yang dilakukan berlebihan itu juga jadi nggak baik lo!

Iklan

Opera Van Java

Posted: 5 Desember 2014 in Pengalaman
Tag:, ,

Opera Van JavaYang mampir dan baca di sini pasti tau kan, acara Opera Van Java? Kalo nggak tau, seenggaknya pernah dengar lah. Atau nggak, seenggaknya punya kenalan yang tau. Kalo sama sekali nggak tau, entah aku harus ngomong apa lagi.

Ya, Opera Van Java adalah acara komedi yang ditayangkan di Trans7. Ide acaranya adalah pertunjukkan wayang orang versi modern. Episode pertama dari Opera Van Java adalah tanggal 27 November 2008, dan terakhir pada tanggal 8 Agustus 2014.

Di sini aku nggak akan ngejelasin apa dan bagaimana itu Opera Van Java secara detail. Aku hanya pengen ngomongin bagaimana aku memandang apa itu Opera Van Java.

Jadi, sejak awal pertama kali Opera Van Java tayang di tivi, aku nggak terlalu intens nontonnya. Soalnya waktu itu kalo nggak salah jam tayangnya agak malam. Baru di bulan Ramadhan tahun 2009, aku mulai sering nonton, terutama lebih karena pas makan sahur yang ditonton acara itu.

Menurut pendapatku pribadi, episode Opera Van Java yang bagus itu pada tahun awal-awal, sekitar tahun pertama dan kedua. Kalo ada yang mengamati, di situ peran masing-masing masih jelas, antara lain dalang nggak ikut ke panggung, kecuali terpaksa. Pemainnya sering bermain dengan arahan dalang, yang sering malah nggak sesuai.

Terus cerita-ceritanya juga masih mengikuti alurnya. Pemainnya nggak terlalu keroyokan di panggung, dan penontonnya kayanya masih penonton bayaran deh.

Makin ke sini, seiring dengan perubahan format, tayangan Opera Van Java jadi agak kurang menarik. Nggak tau kenapa, apa karena aku terlalu nyaman dengan format awalnya, atau mungkin karena kebosananku sendiri. Apalagi yang episode akhir-akhir, udah ceritanya makin nggak karuan, pemainnya makin banyak lagi. Apalagi waktu itu jam tayangnya digeser ke jam lima sore, karena kalah saingan sama acara YKS.

Tapi nggak bisa dipungkiri, Opera Van Java adalah tayangan yang pernah sangat jaya di masanya. Di sini aku pengen menuliskan seenggaknya tiga episode favoritku. Yang pertama adalah episode Upil dan Ipul. Ini episode parodi dari serial Upin Ipin, di mana ceritanya Upil dan Ipul berebut mendapatkan Susanti, yang sebenarnya udah menjalin hubungan dengan Raju.

Yang kedua adalah episode Kesaktian Petruk. Episode ini sebenernya biasa aja ceritanya, yang bikin lumayan seru, karena di awal segmen ada kejutan perayaan ulang tahun buat Dalang Parto, yang sebenernya nggak ulang tahun.

Yang ketiga adalah episode Wibisana Tundung. Keseruannya terjadi pas di tengah-tengah adegan, muncul anak-anak dari para wayang, yang ikut bermain juga.

Sebenernya ada beberapa lagi sih episode yang lain, terutama episode dari masa di mana aku masih sangat mengikuti Opera Van Java, entah itu di tivi atau melalui Youtube. Banyak ide dan pengetahuan juga yang bisa diambil dari situ. Meskipun sekarang udah nggak ada lagi tayangannya di tivi, tapi kita masih bisa mengenang Opera Van Java sebagai salah satu acara tivi yang menginspirasi banyak hal.

Kalo para pembaca ngeliat widget ‘Arsip’ yang ada di samping kiri tulisan ini, pasti tau deh, bahwa ada begitu lama jeda aku nggak posting tulisan. Terakhir bikin bulan Februari, eh tau-tau ilang, sampe bulan Oktober.

Iya, aku juga menyadari hal itu. Bukan hanya posting, nengok dasbor aja juga jarang, kalo nggak bisa dibilang lama. Saking lamanya, begitu masuk dasbor, udah penuh sarang laba-laba. Di pojokan, ada gelandangan lagi tidur. Di tengah-tengah, ada laba-labanya, yang sedang jadi gelandangan.

Cukup lama ideku mati, gagasan nggak ngalir, tulisan macet, perasaan galau, hati nggak tenang. Ah, kok jadi lebay gitu! Tapi emang sih, seiring dengan beberapa kesibukan di dunia nyata, kesibukan ngeblog jadi terbengkalai. Ide jadi sekedar ide, yang nggak karuan terusannya. Pernah nyoba dipaksain, ternyata nggak cocok, dan kita pisahan. Ujung-ujungnya, kakak-adikan aja. Eh, ini kan ide…

Jadi sebenarnya, masih ada ide yang tersisa, terbekas dalam status-status di media sosial, jadi materi di grup Stand Up Comedy di Facebook, dan sisa-sisa yang lain nempel-nempel di dinding otak. Hanya sebatas itu, nggak berkembang.

Jadi sekarang, coba mengembangkan kembali ide yang udah ada. Mencoba kembali seperti akhir tahun lalu, di mana sekitar dua bulanan, hampir tiap hari bisa memposting satu tulisan secara rutin. Apalagi dengan dukungan dari perusahaan-perusahaan besar semacam Intel, Microsoft, Acer, Telkomsel, dll., dalam bentuk perangkat yang aku beli sendiri.