Posts Tagged ‘Database’

Database

Posted: 16 September 2011 in Komputer
Tag:,

Suatu malam, seorang ibu mendatangiku dengan membawa sesuatu yang cukup sulit untuk dilaksanakan. Sebuah program dengan database yang belum aku kuasai dan belum pernah aku kerjakan, dan beliau minta isi database tadi dicetak. Maka, malam itu aku gagal melaksanakan tugas, walaupun aku udah berusaha mencoba. Ibu tadi bilang akan kembali keesokan harinya buat mencoba lagi. Maka, aku nggak pengen gagal buat kedua kalinya, dan untungnya ada temanku yang bisa. Tapi sayangnya hasil cetakannya nggak bisa diseting untuk kertas tertentu, seting paten!

Dalam kehidupanku sehari-hari, menjalankan program dengan database sudah jadi kebiasaan setiap saat. Di kantor, ada berbagai macam program yang memakai database tersebut, setidaknya ada 3 macam. Yang pertama adalah program akuntansi, berbasis Visual FoxPro yang sudah dikompilasi. Yang kedua, program billing system berbasis Microsoft Access. Kemudian juga program absen Biofinger memakai scan sidik jari, entah apa basisnya yang jelas sudah terkompilasi. Ditambah ditemani dengan program SQL Server.

Untuk program yang sudah terkompilasi settingnya paten, jadi user tidak bisa mengutak-atik seenaknya saja. Meskipun begitu, entri databasenya masih bisa diexport untuk dikerjakan di program lain, seperti Microsoft Word atau Microsoft Excel. Sedangkan kalo yang berbasis Microsoft Access masih bisa dimodifikasi dengan mudahnya, dan tentunya dengan mudah pula diexport.

Padahal, dalam program yang dibawa ibu tadi, hasil entri yang akan dicetak tidak ada menu yang menunjukkan bahwa tampilan tersebut bisa dicetak dengan pilihan, diexport, atau diatur kertasnya. Benar-benar paten!

Mungkin yang jadi kebingungan awam adalah dalam program berdatabase, data entri yang dimasukkan ke program bisa meliputi banyak aspek, yang kadang tidak ada hubungannya dengan hasilnya nanti. Tapi kemudian yang keluar hanyalah semacam ringkasan dari data yang dimasukkan. Makanya ibu tadi juga bingung, dia memasukkan banyak data ke banyak form, tapi yang keluar cuma sedikit. Beliau juga mempertanyakan tentang data-data yang diisinya, dan sempat menyimpulkan kalo data yang diisinya terbuang percuma kalo yang keluar cuma sedikit. Padahal data-data yang tidak muncul itu juga mendukung data yang muncul, yang bisa jadi tidak akan terbuang percuma.

Sebagai tambahan kasus, beliau orang pertama yang mencetak data tersebut sehingga tidak ada bahan perbandingan tentang benar tidaknya hasil cetakan tersebut.

Salah satu contoh yang bisa aku jelaskan adalah memasukkan data pasien baru. Dalam form tersebut ada row untuk mengisikan pekerjaan, golongan darah, dan lain sebagainya, yang sebenarnya data-data tersebut tidak berguna saat dimasukkan untuk didaftar sebagai antrian pasien, tapi data-data tersebut berguna sebagai informasi dari pasien tersebut, yang mungkin suatu saat diperlukan.

Tentunya dalam mengentri data dalam database diperlukan ketelitian dan ketelatenan. Hari ini misalnya, aku memasukkan jadwal seluruh karyawan untuk satu bulan ke dalam software absen sidik jari. Setiap orang, setiap hari dalam satu bulan berbeda-beda jadwalnya satu sama lainnya, entri tersebut tidak bisa diisi sekaligus dalam satu perintah dan tidak bisa dikopi. Begitu juga dulu saat awal penggunaan billing system untuk sistem data rumah sakit, aku harus memasukkan satu per satu data pasien lama yang jumlahnya sudah mencapai belasan ribu orang, dan harus mencari data pasien yang dobel registernya untuk orang yang sama.

Akhirnya ibu tadi bersedia menerima hasil cetakan yang sudah aku kerjakan, dengan sedikit penjelasanku agar beliau mau mengerti. Untungnya beliaunya pengertian, aku hanya menyarankan jika ada teman beliau yang sudah mencetak hasil kerjanya bisa jadi bahan perbandingan, sehingga tidak salah sebelum dikumpulkan.

Posting Aslinya di Blog Sendiri