Posts Tagged ‘Salah Kaprah Kehidupan Berkomputer’

komputer CPUBagian pertamanya

Monitor = komputer
Sering banget denger teman-teman yang menyebut monitor sebagai komputer. Sebenernya nggak salah-salah banget sih, karena monitor sendiri juga bagian dari komputer. Tapi yang kemudian bikin geli adalah kalo ada orang yang bingung dengan data-datanya pas monitornya diganti. Pernah nemuin masih ada yang mikir kalo monitornya diganti, data-data yang dibuatnya ikut ganti. Padahal apalah peran monitor itu sehingga ‘dituduh’ sebagai penyimpan data.
Yang pasti data-data yang dibuat di komputer tersimpan di media penyimpanan, dan akan berfungsi normal jika dirangkaikan dengan sebuah benda bernama rangkaian CPU. Sedangkan monitor, hanyalah bertugas untuk menampilkan (kecuali komputer yang CPUnya menempel bersama monitornya).

Meninggalkan Proses Cetak
Lagi ngetik, udah selesai, tinggal cetak, setelah diperintah cetak kok nggak muncul di printer. Ternyata printernya ganti walaupun sama tipenya. Ya udah, tinggalkan proses pertama, perintah lagi, cari nama printer yang baru, dan cetaklah. Besoknya ganti printer yang sebelumnya, begitu dicolokin ke CPU lha kok mencetak sendiri. Kemudian dipikir ruangannya angker, atau printernya mbalelo, atau ada yang ngerjain.
Proses mencetak yang tidak sempurna sering masih tersimpan di memori komputer, sehingga suatu saat kalo printer yang dimaksud kembali dipasangkan ke komputer, proses yang tersimpan tadi masih akan mencari driver yang tepat dan meneruskan pekerjaannya. Makanya semua proses mencetak yang tidak digunakan atau tidak jadi lebih baik dibatalkan saja, daripada ‘menuduh’ ada yang angker dengan komputer atau lingkungannya.

Aspect Ratio
Ingin menyisipkan sebuah foto di sebuah dokumen, MS Word misalnya. Karena resolusi fotonya terlalu besar, sedangkan foto yang diinginkan berukuran 3 × 4, maka ditarik-tariklah sedemikian rupa sehingga berukuran kecil. Tapi ternyata, gambar yang tampil jadi terlalu melebar atau meninggi. Jadinya kembali ditarik-tarik sampai bentuk gambarnya proporsional. Tapi kok ukurannya nggak jadi 3 × 4 ya? Tarik-tarik lagi sampai pusing, akhirnya apa adanya aja yang dipakai.
Kalo mau bagus dan sesuai dengan ukuran aslinya, mestinya ukuran panjang × lebar gambar tersebut juga harus diperhatikan. Aspect ratio yang mengatur dimensinya harus teratur sehingga gambar yang dikecilkan bisa berukuran simetris identik dengan gambar aslinya. Jadi kalo mau ngecilin ukuran gambar, harusnya bukan titik sebelah samping kanan kiri atau titik atas bawah yang ditarik-tarik, tapi titik-titik yang ada di masing-masing pojokan gambar yang diatur. Kalopun diinginkan ukuran tertentu, misalnya 3 × 4 tadi, sedangkan gambar masih terlalu kelebihan di masing-masing sisinya, pake fasilitas cropping.

Hitungan di Excel
MS Excel adalah sebuah program yang sangat mendukung perhitungan dengan rumus-rumus. Tapi apa jadinya kalo program yang sebenarnya dibuat untuk membantu pekerjaan kita, malah sebaliknya jadi kita yang membantu program. Dengan alasan tidak tahu cara menggunakan rumus di MS Excel, alih-alih kita malah sering ngerjain rumus menggunakan kalkulator daripada mengerjakan langsung di lembar kerja.
Membuat kerjaan di Excel, terus ngitung hasil penjumlahan di kalkulator, kemudian hasil di kalkulator itu tadi baru dimasukkan ke dalam Excel. Terus apa gunanya pake Excel? Kalo sekedar buat tabel, pake MS Word aja juga bisa. Bahkan pake rumus di Word juga bisa. Masak kita biarkan program secanggih Excel ini nganggur, kan nggak efektif dan efisien sama sekali. Sebaliknya kita yang jadi membantu kerjaannya Excel itu dengan mengalihkan kerjaan mereka ke alat lain semacam kalkulator tadi.

Ternyata masih banyak fasilitas di komputer yang belum bisa kita maksimalkan penggunaannya. Sebenernya banyak banget tutorial yang bisa kita dapatkan, entah itu buku (beli di toko buku), e-book (donlot gratisan banyak di internet), ato sumber-sumber gratis (pinjem teman aja bisa). Yang tau pun belum tentu ngerti. Asal jangan sampe punya komputer yang canggih banget tapi nggak bisa menggunakan secara optimal, sehingga banyak fitur yang terbuang percuma. Punya barang yang buat gaya-gayaan aja dengan mengorbankan fungsinya itu hal yang mubadzir, padahal ‘innal mubadzdziriina kaanuu ikhwaanasy syayaatiin’.

komputer serverAntivirus
Sering banget dapat pertanyaan gini, ‘Apa sih antivirus yang paling bagus?’ Emang bener kalo antivirus itu ada beberapa tingkatan berdasarkan kinerja, pemakaian ruang harddisk, ataupun cakupan pemindaian, tapi dengan pertanyaan di atas aku hanya bisa menjawab ‘Tidak ada antivirus yang bagus kecuali yang diupdate’. Tanpa update, antivirus itu bagaikan program usang yang hanya bisa menjangkau virus-virus lama. Padahal setiap saat bisa bermunculan virus-virus baru, yang diperlukan database virus yang lebih baru dan lengkap pula untuk dipasang dalam program antivirus, agar antivirus tersebut berjalan sempurna. Tanpa update, antivirus itu bagaikan program yang hanya memperberat laju jalannya sebuah komputer.
Pernah tanpa sengaja ngedengerin dua orang bapak-bapak yang lagi ngomongin tentang antivirus. Kata bapak yang satunya, sambil menyebut sebuah merk antivirus lokal, antivirus tersebut gak cukup kuat buat membasmi virus. Pakai aja antivirus yang satunya dengan merk internasional. Kalo aku sih kembali pada sebuah jargon, antivirus lokal itu sangat ampuh untuk virus lokal. Sedangkan untuk virus internasional, pakailah antivirus internasional pula. Dan sepertinya virus yang lagi diomongin bapak-bapak tadi emang virus internasional, yang tidak terlihat dalam pemindaian antivirus lokal.
Jadi, belum tentu antivirus lokal itu jelek dan gak mutu, gak bisa menghilangkan virus. Liat dulu jenis virusnya, baru komentar. Dan satu lagi, jangan lupa untuk selalu mengupdate antivirusnya.

Memori
‘Memori komputermu itu berapa Giga?’
‘2 GB.’
Si penanya tersebut sebenarnya mau tanya berapa kapasitas penyimpanan komputer, tapi dia tidak menyebut media penyimpanan komputer dengan harddisk, melainkan memori, Dia menjadikan memori eksternal HP sebagai standar kapasitas memori. Padahal komputer tidak pakai memori tersebut sebagai media penyimpanan utama.
Yang disebut memori di komputer adalah suatu benda yang lebih dikenal sebagai RAM (Random Access Memory), sebuah media penyimpanan sementara di mana segala proses komputer dan sistemnya ditempatkan sebelum kemudian disimpan secara lebih permanen di harddisk. Sedangkan media penyimpanan utama sebuah komputer lebih disematkan kepada harddisk, dan tidak perlu dibandingkan berapa kapasitas karddisk dengan memori eksternal dari HP.

Proses Macet
Sering banget liat para pengguna komputer kesal karena proses komputer agak lama. Kemudian beberapa di antaranya mengetuk-ngetuk (atau lebih tepatnya menggebrak-gebrak) monitor. Padahal apa salah monitor?
Istilahnya monitor itu hanyalah alat penayang saja, pengantar hasil proses dari CPU (Central Processing Unit). Sedangkan pemrosesnya ya tentu saja CPU itu sendiri. Kalo kemudian yang digebrak-gebrak monitornya, bisa jadi tindakan ini digolongkan sebagai malpraktek, tindakan di tempat yang tidak semestinya.

Menyalahkan Program
Sebuah saran: jika tidak percaya pada kinerja sebuah program komputer, maka jangan pernah memakai komputer! Pernah gak suatu ketika bekerja dalam sebuah perhitungan rumit menggunakan program spreadsheet, kemudian hasilnya gak sesuai, dan kemudian lagi programnya yang disalahkan? Sebaiknya kita yang harus ngaca dulu, teliti satu per satu proses yang dimasukkan, barangkali ada yang salah. Dan jika ternyata ada yang salah, segera perbaiki, dan kemudian program akan dengan senang hati menunjukkan hasil yang sesuai.
Kebanyakan kesalahan dari sebuah proses komputerisasi berasal dari penggunanya. Komputer hanyalah mengerjakan apa yang diinputkan melalui media input berupa keyboard, mouse, scanner, ataupun media yang lain. Kecil kemungkinan program komputer membelot dengan memproses data yang salah, sebuah data yang tidak melewati proses input tersebut. Namun sayangnya, tidak banyak pengguna komputer yang menyadari bahwa input mereka adalah salah.

Casing Jelek = Performa Jelek
Belum tentu casing CPU yang jelek menghasilkan kinerja yang jelek. Bisa jadi di balik casing yang jelek, usang, dan butut tersebut, tersimpan super CPU yang bekerja sangat cemerlang. Tentu saja, kinerja komputer tidak bergantung pada jenis casingnya, tapi bagaimana jenis pemrosesnya.
Sayangnya kebanyakan orang masih sering ilfeel saat melihat casing CPU yang jelek. Di antaranya kemudian berbalik dan mencari CPU dengan casing yang terlihat lebih bagus. Yang lainnya, masih mau menggunakannya, tapi saat menemui masalah kecil saja, bisa jadi mereka langsung minta komputer yang lebih baru. Padahal bisa jadi, di dalam casing jelek itu tersimpan teknologi komputer yang terbaru.

Ukuran Kertas
Sering sekali dijumpai pengguna komputer menggunakan ukuran kertas legal untuk dokumen kertas folio. Padahal ukuran kertas Legal dengan Folio berselisih sekitar 2 cm. Dengan selisih sebesar itu, pasti banyak perbedaan, terutama bila dokumen yang disetting untuk kertas Folio dipasang dengan setting kertas Legal. Masalahnya akan muncul pada saat dokumen tersebut dicetak.
Kebanyakan dari pengguna umumnya malah tidak mensetting kertasnya sama sekali. Mereka lebih berprinsip: buka program, ketik, cetak. Padahal umumnya sebuah program mengetik yang standar tanpa ada pengaturan default lebih lanjut, default pengaturannya ada di kertas A4, dengan margin hampir sama: 2,54 cm atau 1 inci. Jika dokumennya memang untuk dicetak di kertas A4, pengaturan awal tersebut tidak akan terlihat. Tapi akan terlihat saat dicetak dengan kertas lainnya.

Itulah beberapa kesalahan tapi kebiasaan yang sering terjadi dengan kehidupan berkomputer di masyarakat awam. Tentulah bukan mereka yang salah, apalagi jika mereka tidak dan belum mengerti (terutama jika mereka benar-benar tidak dan belum mengerti). Ya mungkin tidak banyak informasi yang bisa didapatkan tentang bagaimana hakekat berkomputer yang baik dan benar, atau mungkin sedikit sekali sumber yang bisa ditanyai bagaimana dengan masalah-masalah tersebut. Yang pasti hal tersebut bisa menjadi pembelajaran, bukan hanya bagi yang belum tau, tapi juga yang sudah tau, bahwa tidak semua orang mempunyai pengetahuan dan pengertian seperti mereka yang sudah tahu.