Posts Tagged ‘lingkungan’

poskamlingAku masih sempat mendapati di mana poskamling di sekitar rumahku masih mengalami keramaian dalam eksistensi kegiatannya. Memang di sekitar rumah, di tiap blok (RT/RW) selalu ada sebuah tempat bernama pos keamanan lingkungan, atau lebih sering disebut dengan singkatannya, poskamling. Pos pusat kegiatan sistem keamanan lingkungan (siskamling), di mana para penjaga dan peronda (biasanya warga lingkungan tersebut dan dibantu oleh petugas hansip) berkumpul untuk kemudian melakukan giliran ronda tiap malam untuk menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.

Isi dari poskamling cukup beragam tapi yang pasti terdapat berbagai peralatan yang mendukung kegiatan siskamling itu sendiri. Ada beberapa pentungan, tikar, alat permainan untuk mengisi waktu ronda seperti papan catur ataupun papan karambol, ada juga yang dilengkapi dengan peralatan elektronik macam televisi atau radio, kemudian di bagian luarnya ada sebuah lonceng besi sebagai tanda untuk penduduk di sekitar. Poskamling juga bisa dipakai sebagai tempat berkumpulnya warga sekitar, walaupun hanya sekedar duduk-duduk, ngobrol sambil nonton televisi bareng.

Tapi entah sudah berapa lama kemudian poskamling tidak lagi eksis. Kurang jelas juga penyebabnya, entah karena lingkungan sudah tidak perlu dijaga lagi, atau fungsinya kurang efektif, atau hanya sebagai pengganggu lingkungan saja. Yang pasti satu per satu poskamling hilang ruh kegiatannya. Ada yang oleh penghuni rumah di dekatnya diratakan dan dijadikan bagian dari rumahnya. Ada pula yang beralih fungsi sebagai tempat jualan. Ada yang dirobohkan begitu saja. Yang masih berdiri pun, seringnya tidak terawat, meskipun masih layak dipakai.

Beruntung aku masih menemui beberapa pos yang tidak jauh dari rumahku, masih terdapat benda-benda peralatan pendukung siskamling. Meskipun yang aku tahu pos itu sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya, namun masih bisa didapati pentungan-pentungan yang masih tergantung di dalamnya. Pintunya? Ada yang sepertinya terkunci rapat, dan entah siapa yang membawa kuncinya.

Rossi memboncengSepasang bapak dan ibu, beserta seorang anaknya, menaiki sebuah sepeda motor, mencapai sebuah perempatan lampu merah yang lampunya pas menyala warna merah. Di tiang lampu tersebut, terpampang jelas bagi mereka yang bisa membaca, ‘Belok Kiri Ikuti Isyarat Lampu’. Sang bapak sudah menghentikan motornya dan berhenti beberapa saat, tapi kemudian sang ibu berpendapat lain. Baginya tidak apa-apa menerobos lampu merah, toh juga mereka belok ke kiri. Dan akhirnya sang bapak melajukan motornya di saat semua orang masih berhenti karena mentaati peraturan di lampu merah.

Kejadian ini benar-benar terjadi beberapa bulan yang lalu, aku tahu persis karena aku berhenti tepat di samping kanan bapak itu. Saat kemudian sang bapak memutuskan untuk melajukan kendaraannya, satu hal yang terpikir di pikiranku adalah anaknya tadi. Sang anak telah menjadi saksi pelanggaran peraturan yang dilakukan oleh orangtuanya, betapa sebuah tindakan yang paling efektif untuk menanamkan kepada seorang anak kecil bahwa melanggar peraturan itu tidak apa-apa. Sebuah pelajaran kesalahan dan pengajaran moral tepat di depan matanya sendiri, yang dicontohkan oleh orangtuanya sendiri.

Maka jangan hanya menyalahkan lingkungan anak saat anak-anak didapati mendapat pengaruh buruk dan berperilaku tidak sepantasnya. Perlu juga ada instropeksi bagi para orangtua dalam bersikap dan berperilaku karena anak-anak juga pasti akan mencontoh mereka. Faktor lingkungan adalah pengaruh eksternal, maka faktor orangtua harus bisa lebih kuat daripada lingkungannya. Penanaman ide dan perilaku yang baik dengan kuat sejak anak masih kecil menjadi salah satu cara untuk membentengi anak dari pengaruh eksternal tadi.

Saat kemudian ada pelanggaran peraturan, aku hanya bisa bertanya-tanya bagaimana mereka dididik oleh orangtua mereka, atau bagaimana mereka mendidik anak-anak mereka. Memang aku belum pernah menjadi orangtua dan mengasuh anak-anak, tapi bagiku hal ini juga sangat penting, karena bisa jadi sikap dan perilaku anak adalah cerminan dari sistem pembinaan dan pengasuhan dari orangtua mereka sendiri.