Kolektifitas Tim

Posted: 13 April 2012 in Pemikiran
Tag:, , , , ,

Liga Champions AC Milan FC BarcelonaSebelum laga leg pertama AC Milan melawan Barcelona berlangsung, ada beberapa ulasan tentang duel ini, terutama dilihat dari sisi absennya pemain belakang Milan, Thiago Silva, dan cemerlangnya pemain Barca, Llonel Messi. Salah satu berita di koran harian yang aku baca juga mengangkat hal yang sama. Thiago Silva, yang selama ini menjadi kekuatan pertahanan Milan, absen turun karena cedera di laga domestik sebelumnya melawan AS Roma. Dengan absennya Thiago Silva maka pertahanan Milan akan rapuh. Sedangkan sang lawan, Llonel Messi, bermain amat sangat cemerlang sepanjang musim. Messi dianggap sebagai mutiara kecemerlangan permainan kolektif Barcelona.

Tapi tunggu dulu, ini adalah duel AC Milan melawan FC Barcelona, bukan duel antara Thiago Silva melawan Llonel Messi. Milan bukan hanya Thiago Silva, masih ada pemain-pemain lain meskipun Thiago adalah salah satu penopang kekuatan pertahanan Milan. Bahkan ada yang mengatakan bahwa saat Thiago main saja Milan kebobolan banyak gol, apalagi kalo Thiago tidak main. Padahal terjadinya gol itu bukan kesalahan Thiago.

Demikian pula dengan Llonel Messi, meskipun jadi mesin gol Barcelona, tapi ingat bahwa Llonel juga manusia yang tidak luput dari kesalahan dan kekurangan. Tanpa ada semua ornamen permainan Barcelona, Messi hanyalah bintang tanpa tim. Sehebat apapun permainannya, ini adalah permainan tim.

Seseorang dikatakan sebagai pemain sepakbola jika dia memainkan pertandingan sepakbola bersama sebuah tim, bukan karena dia memainkan bola. Seorang Llonel Messi menjadi pemain sepakbola karena dia bermain bersama tim bernama Barcelona. Sebaliknya, seorang Arnaud ‘Sean’ Garnier, meskipun dia bermain bola, tapi dia tidak digolongkan sebagai pemain bola karena dia adalah seorang freestyler sepakbola, bermain bola yang tidak dengan tim. Karena sepakbola adalah permainan tim, maka bila tidak ada permainan tim dalam pertandingan sepakbola, maka itu adalah permainan bola individu.

Tidak dapat dipungkiri bahwa Barcelona mempunyai permainan kerjasama kolektif yang merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Tapi perlu diingat bahwa Barcelona bukan hanya Llonel Messi. Demikian juga AC Milan merupakan salah satu tim yang mempunyai pertahanan terkuat di dunia, tapi AC Milan bukan hanya Thiago Silva. Absennya Thiago tidak serta merta berarti Llonel leluasa membuat gol demi gol. Masih ada pemain yang lain yang akan selalu dan pasti dipasang mengisi tempat yang ditinggalkan Thiago. Dan hasil akhir pertandingannya, para penggemar sepakbola pasti sudah tahu semua.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s