Insepsi

Posted: 15 April 2012 in Pemikiran
Tag:, , , , , , ,

inceptionTak dapat dipungkiri, Inception adalah salah satu film hollywood yang mempunyai ide dan jalan cerita yang sangat keren. Inti dari filmnya sendiri adalah ide dan mimpi, yang dikombinasikan menjadi penanaman ide melalui mimpi. Ada beberapa fakta yang dipaparkan dalam film ini, yang pada saat kita menontonnya, maka kita mungkin bisa jadi berpikir, “Oh ya, rasanya aku sering mengalami seperti itu”.

Secara alurnya, mungkin agak sulit dimengerti, apalagi kalo hanya sekali menontonnya. Kita yang menonton akan mendapati kebingungan mana adegan dalam dunia nyata, ataukah mana adegan dalam dunia mimpi. Tapi seperti film-film yang lain, tidak ada yang tidak mungkin dalam sebuah film, meskipun dengan rekayasa.

Ada beberapa hal yang berkaitan dengan mimpi yang akan kita temukan di dalam film ini, namun sebenarnya selalu kita alami setiap saat kita bermimpi. Yang pertama, kita tidak tau awal mimpi kita, tau-tau kita udah ada di tengah-tengah mimpi, dengan sebuah situasi tertentu. Karena dalam mimpi kita berpikir semuanya adalah nyata, maka kita tidak pernah mengingat-ingat bagaimana awalnya kita masuk ke dalamnya. Begitu juga saat bangun, kita akan mengalami kesulitan mengingat bagaimana mimpi kita barusan.

Yang kedua, di dalam mimpi waktu terasa sangat lama, padahal kita mungkin hanya tidur beberapa menit. Saat bermimpi otak kita bekerja lebih cepat, sehingga kita bisa merasakan kita menjalani kehidupan berhari-hari untuk mimpi kita semalam saja.

Yang ketiga, di dalam mimpi memungkinkan kita bisa bermimpi lagi. Karena kita tidak menyadari mimpi sebagai alam bawah sadar kita, kita bisa mengalami tidur dalam mimpi kita dan kemudian bermimpi lagi tanpa kita sadari juga.

Yang keempat, kita bisa merasakan sakit di dalam mimpi, tapi bisa jadi rasa sakit itu hilang pada saat kita bangun. Mungkin dalam mimpi kita juga sering merasa bahwa kita sedang berlari-lari, tapi entah mengapa seperti ada yang menahan laju kaki kita untuk berlari, padahal dengan sekuat tenaga kita mencoba untuk berlari. Dan tentu saja, kita tidak menyadari bahwa semua ini hanya mimpi yang tidak nyata.

Yang kelima, tentu saja kita tidak menyadari bahwa mimpi kita tidak nyata. Kita menjalani kehidupan seolah-olah kita benar-benar mengalaminya di dunia nyata. Kadang ada saat-saat tertentu kita menyadari bahwa ini hanyalah mimpi, tapi kita lebih sering beranggapan bahwa inilah dunia nyata.

Dan sebenarnya masih banyak lagi yang bisa kita ambil hikmahnya. Beberapa tulisan juga pernah mengulas bahkan yang lebih bagus dan lengkap daripada apa yang aku tulis ini. Malahan ada beberapa ulasan yang mengambil fakta ilmiah dan juga hikmah filosofi yang keren dari film tersebut. Dan di atas semuanya, film ini memang tergolong film yang agak berat namun seru untuk diikuti, meskipun harus berpikir sampai mengerutkan dahi saat mengikuti ceritanya.

Dalam cerita film ini, para tokohnya mengalami 3 tingkatan mimpi. Jika mereka mati dalam mimpi mereka, mereka bisa bangun kembali. Namun untuk tahap terakhir, jika mereka mati, mereka tidur terlalu lelap untuk bangun kembali. Mereka akan memasuki Limbo, sebuah ruang mimpi yang tak terancang berisi material bawah sadar yang mentah dan tak terbatas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s