Selera Musik

Posted: 1 Agustus 2016 in Pemikiran
Tag:, ,

Salah satu keunikan dari sebuah lagu adalah kita bisa suka banget dengan lagunya tanpa harus menggemari penyanyinya. Jadi misalnya kita bisa bebas suka sama lagu-lagu Kangen Band, tapi nggak sampai ngefans sama Kangen Bandnya. Kita bisa nyimpen lagu-lagunya Kangen Band di komputer, trus foldernya dikasih nama “Kerjaan”.

Atau juga sebaliknya, kita bisa suka banget sama penyanyi tapi bisa saja ada salah satu lagunya yang kita nggak terlalu suka, atau malah nggak suka banget.

Sampai saat ini saya masih berpendapat bahwa yang namanya kegemaran akan musik adalah selera. Dan selera itu hak dari masing-masing orang. Makanya kalo ada orang yang suka dengan jenis musik yang saya nggak paham gimana dia bisa suka dengan jenis musik tersebut, saya akan memaklumi hal itu sebagai hak personal.

Saya pribadi adalah orang yang termasuk suka pada jenis musik apapun, asal lagunya enak didengar. Soalnya pernah dulu suatu ketika saya membagikan lagu yang sedang saya dengar, kebetulan waktu itu lagu Korea. Eh, kemudian ada yang ngatain cemen. Yang saya nggak paham adalah di mana letak kecemenan lagu Korea dibanding lagu-lagu lain, yang mungkin juga dari negara lain. Soalnya beberapa hari kemudian, orang yang ngatain saya cemen tadi membagikan lagu yang dia dengarkan, dan lagu itu lagu Jepang.

Ya karena seperti yang saya katakan tadi, saya suka jenis musik apapun asal lagunya enak didengar. Cukup enak didengar dulu, baru ngomongin soal lirik lagu atau bahasanya.

Dulu waktu masih musimnya dengerin musik pake kaset, saya lebih suka beli kaset kompilasi. Alasannya adalah dengan membeli satu kaset saja, saya bisa mendapatkan lebih banyak lagu dari beberapa penyanyi. Koleksi lagu di rumah jadi lebih bervariasi dibandingkan jika saya membeli album dari salah satu penyanyi saja.

Tapi nggak jarang juga saya beli album penyanyi, hanya kebanyakan dari penyanyi cowok. Atau kalo nggak album band-band Indonesia atau grup vokal. Meskipun nggak banyak kaset yang saya beli waktu itu, karena ada juga yang saya dapat dari barter dengan kolektor lain.

Soal kaset, salah satu penyesalan terbesar saya adalah hal yang terjadi dengan kaset album Piala Dunia 1998. Ceritanya kaset ini adalah kaset pertama yang saya beli. Beberapa hari setelah beli kaset ini, saya memutar kaset ini menggunakan tape mobil yang ada di rumah kakek saya. Dan entah kenapa, besoknya kaset ini tidak bisa lagi berputar secara normal pada saat diputar di tape saya.

Saat coba saya bongkar, nampaklah kerusakan pita di mana-mana. Pita kasetnya berbentuk seolah selembar plastik bungkus es lilin yang melar karena ditarik di kedua ujungnya. Iya, pita kasetnya sudah tidak lagi berbentuk seperti sedia kala, karena ukurannya menjadi lebih panjang dan melar. Sehingga pada saat diputar, lagunya jadi terdengar lebih lambat, karena putaran pita kaset terhambat.

Kembali ke masalah selera bermusik, saya yakin setiap orang yang menyukai musik punya selera masing-masing. Ada yang idealis dengan bertahan pada kegemaran suatu genre musik tertentu, ada juga mungkin yang seperti saya, lintas genre. Dan kembali pada dasarnya bahwa yang namanya selera adalah hak personal masing-masing orang yang kita tidak bisa memaksakan pada orang lain, kecuali orang itu pasrah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s