Antara Kapsul Bulma dan Bola Pokemon

Posted: 25 Maret 2015 in Pemikiran
Tag:, ,

bola pokemonDi jaman yang cukup modern ini, ada banyak hal yang dijadikan sesuatu yang instan, sehingga hidup lebih praktis. Contohnya, pengen makan mi, udah ada mi instan. Pengen bikin soto, udah ada bumbu soto. Jangan-jangan suatu saat nanti, kita bisa masak air tanpa pake air. Airnya instan.

Atau kita bisa bikin ayam goreng tapi nggak pake ayam. Tapi yang ini kayanya udah kejadian. Soalnya aku pernah liat di Kaskus, ada orang yang jual makanan, di gerobak tulisannya ‘Lele Fried Chicken’. Itu kan berarti ayam goreng, tapi nggak ada ayamnya. Yang kasian lelenya, dia dipaksa menyalahi kodratnya sebagai seekor lele, malah disuruh jadi ayam. Ayam goreng lagi!

Mungkin itulah yang ada di benak Akira Toriyama, pengarang cerita Dragon Ball. Bayangin, kendaraan atau rumah bisa dibawa ke mana-mana, pake kapsul! Butuh mobil, tinggal buang kapsulnya, jadilah mobil. Butuh rumah, buang kapsulnya, jadilah rumah. Atau Satoshi Tajiri, saat mendesain Pokemon. Dia menemukan bola, yang bisa diisi oleh monster-monster imut.

Sayangnya mereka nggak menguraikan secara detail, gimana cara bikin kapsul atau bola tadi. Gimana caranya bikin ekstrak rumah, yang dimasukin kapsul, dan akan otomatis kembali berbentuk rumah saat dilempar dan menyentuh tanah. Gimana pula cara bikin ekstrak tank, biar tentara-tentara yang lagi perang nggak lagi butuh kapal-kapal induk perang yang besar-besar gitu.

Atau gimana bikin bola yang nyaman buat kucing. Jadi kan bawa kucing ke mana-mana nggak usah pake keranjang. Bawa ikan cukup dimasukin bola. Bawa gajah buruan, tinggal lempar bolanya aja.

Trus gimana juga fasilitas yang ada di dalam bola tadi. Misalkan bolanya buat anjing ya, tar ada bola lagi di dalam, buat mainan anjing. Bolanya buat hamster, di dalam ada jogging wheelnya, ada kora-kora, sama ada terowongan hamster. Atau bola buat kucing, di dalam ada tikus mainan, ada bak tempat kotoran. Kalo perlu sekalian di dalamnya ada penjual ‘Lele Fried Chicken’ juga.

Hidup emang bisa jauh lebih praktis, tapi manusia bisa jadi jauh lebih manja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s