Menyapa

Posted: 12 Maret 2015 in Pengalaman
Tag:, ,

Aku adalah salah seorang yang benci dengan kata sapaan yang berbau rasial di kehidupan bernegara Indonesia. Misalnya, membeda-bedakan orang berdasarkan sukunya gitu. Makanya, kalo lagi beli ke toko yang pemiliknya orang keturunan Tionghoa, aku santai aja nanya ‘Harganya berapa Pak?’, atau ‘Ada keyboard USB, Mas?’.

Ya bagiku itulah sapaan yang terbaik yang bisa aku berikan. Aku nggak biasa dengan bahasa sapaan sehari-hari, selain Pak, Bu, Mas, atau Mbak. Bahkan anak-anak kecil aja sering aku panggil Mas, terutama kalo dia cowok.

Dan kebiasaan ini entah bikin orang memandangku aneh ato gimana, atau bahkan orang yang aku sapa canggung gitu. Sama sekali bukannya gitu, hanya saja itulah kata-kata yang paling nyaman untuk menyapa, yang terlontar dari mulutku.

Kadang juga karena ikut-ikutan orang di sekitar jadi manggil ‘Koh’, tapi kok ngerasa aneh ya di mulut. Rasanya gimana gitu.

Tapi kalo di dunia maya, bisa banyak sapaan yang muncul. Bisa manggil Gan, Bang, Om, dan sebagainya. Itu lebih karena sapaan di sini karena diketik, nggak terucap. Kalo tangan sih nggak ngerasa aneh pas ngetik gitu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s