Opera Van Java

Posted: 5 Desember 2014 in Pengalaman
Tag:, ,

Opera Van JavaYang mampir dan baca di sini pasti tau kan, acara Opera Van Java? Kalo nggak tau, seenggaknya pernah dengar lah. Atau nggak, seenggaknya punya kenalan yang tau. Kalo sama sekali nggak tau, entah aku harus ngomong apa lagi.

Ya, Opera Van Java adalah acara komedi yang ditayangkan di Trans7. Ide acaranya adalah pertunjukkan wayang orang versi modern. Episode pertama dari Opera Van Java adalah tanggal 27 November 2008, dan terakhir pada tanggal 8 Agustus 2014.

Di sini aku nggak akan ngejelasin apa dan bagaimana itu Opera Van Java secara detail. Aku hanya pengen ngomongin bagaimana aku memandang apa itu Opera Van Java.

Jadi, sejak awal pertama kali Opera Van Java tayang di tivi, aku nggak terlalu intens nontonnya. Soalnya waktu itu kalo nggak salah jam tayangnya agak malam. Baru di bulan Ramadhan tahun 2009, aku mulai sering nonton, terutama lebih karena pas makan sahur yang ditonton acara itu.

Menurut pendapatku pribadi, episode Opera Van Java yang bagus itu pada tahun awal-awal, sekitar tahun pertama dan kedua. Kalo ada yang mengamati, di situ peran masing-masing masih jelas, antara lain dalang nggak ikut ke panggung, kecuali terpaksa. Pemainnya sering bermain dengan arahan dalang, yang sering malah nggak sesuai.

Terus cerita-ceritanya juga masih mengikuti alurnya. Pemainnya nggak terlalu keroyokan di panggung, dan penontonnya kayanya masih penonton bayaran deh.

Makin ke sini, seiring dengan perubahan format, tayangan Opera Van Java jadi agak kurang menarik. Nggak tau kenapa, apa karena aku terlalu nyaman dengan format awalnya, atau mungkin karena kebosananku sendiri. Apalagi yang episode akhir-akhir, udah ceritanya makin nggak karuan, pemainnya makin banyak lagi. Apalagi waktu itu jam tayangnya digeser ke jam lima sore, karena kalah saingan sama acara YKS.

Tapi nggak bisa dipungkiri, Opera Van Java adalah tayangan yang pernah sangat jaya di masanya. Di sini aku pengen menuliskan seenggaknya tiga episode favoritku. Yang pertama adalah episode Upil dan Ipul. Ini episode parodi dari serial Upin Ipin, di mana ceritanya Upil dan Ipul berebut mendapatkan Susanti, yang sebenarnya udah menjalin hubungan dengan Raju.

Yang kedua adalah episode Kesaktian Petruk. Episode ini sebenernya biasa aja ceritanya, yang bikin lumayan seru, karena di awal segmen ada kejutan perayaan ulang tahun buat Dalang Parto, yang sebenernya nggak ulang tahun.

Yang ketiga adalah episode Wibisana Tundung. Keseruannya terjadi pas di tengah-tengah adegan, muncul anak-anak dari para wayang, yang ikut bermain juga.

Sebenernya ada beberapa lagi sih episode yang lain, terutama episode dari masa di mana aku masih sangat mengikuti Opera Van Java, entah itu di tivi atau melalui Youtube. Banyak ide dan pengetahuan juga yang bisa diambil dari situ. Meskipun sekarang udah nggak ada lagi tayangannya di tivi, tapi kita masih bisa mengenang Opera Van Java sebagai salah satu acara tivi yang menginspirasi banyak hal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s