Mahabharata

Posted: 21 November 2014 in Pemikiran
Tag:,

mahabharataSekarang yang lagi musim sinetron India ya di televisi, salah satunya adalah Mahabharata. Sebagai orang yang senang dengan cerita sejarah dan pewayangan, harapanku adalah film yang satu ini bisa mencerminkan kisah Mahabharata yang sebenarnya, sama seperti film yang sebelumnya pernah ditayangkan juga di televisi.

Sayangnya aku jarang nonton Mahabharata di televisi. Tapi meskipun begitu, kalo alur cerita aku masih bisa dan hapal. Selain dari film yang dulu, aku juga pernah membaca buku Mahabharata yang versi India, dan juga beberapa kisah pewayangan yang versi Jawa.

Makanya, kalo ada para penonton yang teraduk-aduk emosinya gara-gara nonton Sengkuni, atau gemes dengan ketidakberdayaan Pandawa, ya emang ceritanya harus gitu. Pola cerita aslinya ya emang harus seperti itu, nggak akan ada cerita tiba-tiba Sengkuni jatuh, terus dia hilang ingatan, dan jadi baik hati. Atau jangan-jangan dia itu sebenernya Sengkuni yang tertukar. Itu sih sinetron Indonesia banget.

Di luar itu semua, yang aku rasakan adalah sebenarnya kisah Mahabharata itu membingungkan, karena ada dua versi, dari India dan Jawa. Orang yang baru tau juga akan bingung, karena misalnya Srikandi, di versi India dia itu cowok, tapi di Jawa kok jadi istrinya Arjuna.

Terlepas dari kebingungan ini, banyak masyarakat awam yang akhirnya jadi KEPO tentang kisah pewayangan, terutama Mahabharata ini. Akhirnya banyak yang belajar tentang tokoh-tokohnya.

Dan gini, biasanya penggambaran kisah Mahabharata, terutama yang ada di film, itu sebatas dimulai dengan kehidupan Raja Sentanu sampai akhir perang Bharatayuda, di sekitar kisah lahirnya Parikesit. Padahal Mahabharata itu sebenarnya terkisah sebelum itu, dan setelah batas itu. Kita nggak akan nemuin kisah para Wasu di filmnya. Atau gimana hidup para Pandawa setelah perang.

Yang nonton filmnya, nggak akan tahu bahwa nantinya Kresna itu juga mati. Sesakti-saktinya Kresna, dia juga akan mati. Atau semegah-megahnya kemenangan Pandawa, mereka hidup kesepian di akhir hayatnya.

Mungkin di antara kita akan ada yang bilang “Ah, itu kan cuma cerita, cuma film, fiksi, dst.” Tapi gini, gimanapun harus ada nilai-nilai kehidupan yang kita dapatkan dari kisah ini. Bagaimana kisah kepahlawanan dan cinta negara seperti Bisma dan Karna, bagaimana kisah kebijakan dan kearifan seperti Kresna, atau kisah-kisah lainnya.

Kita juga perlu menyadari bahwa selalu ada sisi lain dari setiap manusia. Yang baik tidak akan selalu baik, demikian juga yang jahat. Pandawa misalnya, sebaik-baiknya mereka, tetap saja mereka mengeluarkan sumpah dan kutukan saat teraniaya. Atau juga mereka yang jahat seperti Kurawa, yang berpikiran demikian hanya karena terhasut oleh Sengkuni, yang karena dendam pribadi masa mudanya.

Terakhir, tulisan ini bukan sinopsis atau prakiraan cerita dari sinetron yang sedang tayang di televisi ya. Hanya sekedar tulisan dari seorang penggemar cerita Mahabharata yang “maha” itu. Ingat, penggemar ceritanya, bukan penggemar sinetronnya.

Iklan
Komentar
  1. lazione budy berkata:

    setuju, ceritanya bagus. yg tayang di ant tv ga minat.

  2. Dyah Sujiati berkata:

    Atau jangan-jangan dia itu sebenernya Sengkuni yang tertukar. Itu sih sinetron Indonesia banget. ~> WAKAKAKAK

    Ending harus sebegitu jelas ya 😀

  3. Leli berkata:

    tau ga inti bedanya Mahabharata dr India & yg di Jawa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s