Aturan

Posted: 2 November 2014 in Pemikiran
Tag:, ,

aturan_anehSuatu saat, pasti kita pernah ngalamin yang namanya ketaatan dan kepatuhan kita diuji. Di jalan misalnya, pas berhenti di lampu lalu lintas, ada yang nyelonong pas lampu merah, kita tergoda buat ikutan. Ada orang naik motor, nggak pake helm, kita tergoda buat niruin. Ada orang pake helm, tapi nggak bawa motor, kita tergoda buat nyela.

Dan gini, hal-hal seperti ini sebenernya tergantung dari apa yang menjadi idealisme kita. Kalo kita punya idealisme mematuhi peraturan, kita nggak bakal terpengaruh dengan godaan apapun semacam itu. Tapi kalo kita nggak punya idealisme, atau sekedar seenak sendiri, ya kita pasti ngikut.

Pernah nggak ketemu dengan orang yang melanggar rambu-rambu di depan rambu-rambu itu sendiri? Misalnya, ada orang ngerokok di bawah papan “Dilarang merokok” gitu. Itu rasanya udah kaya ngejambret di depan polisi, polisi beneran, bukan polisi tidur. Itu bukan karena orangnya buta huruf, atau nggak punya mata hati, tapi dia nggak punya idealisme! Dia nggak tahan godaan, buat melanggar peraturan itu. Emang ada alasan gitu?

Semuanya balik ke hal yang itu tadi, jiwa dan mental kepatuhan kita sendiri. Yang perlu diingat adalah bahwa kita, sebagai makhluk berakal, tidak sepantasnya melanggar peraturan. Peraturan itu dibuat bukan untuk dilanggar, ingat itu!

Peraturan itu bersifat memaksa, jadi siapapun di bawahnya harus “terpaksa” melakukannya. Bukannya malah “terpaksa” melanggarnya! Ini malah jadi semacam terpaksa yang dipaksakan.

Ya kalo nggak mau dipaksa gitu, hidup aja di tempat yang nggak ada aturannya. Di hutan misalnya. Di hutan itu nggak ada aturannya lo! Emang kita pernah nemuin raja hutan nerbitin undang-undang?

Dan satu lagi, yang terakhir, kita sebagai manusia hidup pasti pake aturan. Kita diatur untuk bernapas, makan, atau boker. Itu sifat alamiah makhluk hidup. Kalo nggak mau nurut aturan hidup, ya nggak usah bernapas, makan, atau boker. Aturan itu nggak hanya mengatur kita, tapi juga orang lain. Kalo kita melanggar aturan, itu bisa dianggap sama aja dengan tidak menghargai orang lain.

Iklan
Komentar
  1. Ari Tunsa berkata:

    di denpasar gak pake helm nggak apa2 loh, meskipun di jalan raya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s