Mengapa Golput ‘Diharamkan’?

Posted: 26 Februari 2014 in Reblog
Tag:,

O. Solihin

golput Ini masalah yang sensitif bagi sebagian orang. Pro-kontra pasti selalu ada. Padahal, fenomena ini merupakan hal biasa. Mengapa biasa? Karena sebenarnya golput (golongan putih) adalah pilihan juga, cuma labelnya ‘memilih untuk tidak memilih’. Istilah golput di Indonesia disematkan kepada warga masyarakat yang tak ikut andil dalam proses atau mekanisme yang diatur sistem demokrasi dalam pemilu, yakni mengumpulkan suara sebagai bentuk nyata sebuah dukungan terhadap orang yang dipilih untuk menduduki jabatan di pemerintahan. Mereka yang memilih untuk golput berarti tak menggunakan hak pilihnya. Ingat, hak. Bukan kewajiban.

Saya berharap Anda tak langsung curiga atau mencibir mereka yang memilih golput atau tak langsung naik darah dengan tulisan saya yang judulnya bernada mempertanyakan. Sebab., bagaimana pun juga hal ini adalah sebuah realita yang tak bisa begitu saja dipandang enteng atau juga dianggap masalah berat. Mungkin saja bagi yang berkepentingan dengan pengumpulan jumlah suara agar pemilu berjalan normal, maka golput adalah ancaman serius. Walau…

Lihat pos aslinya 470 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s