Bis Tingkat

Posted: 28 Desember 2013 in Pengalaman
Tag:, , ,

bis tingkatAku termasuk beruntung masih sempat merasakan naik bis tingkat. Waktu itu aku diajak orangtuaku ke Surabaya, dan waktu itu bis tingkat masih beroperasi di Surabaya. Sebelumnya bis tingkat aku kenal hanya dari mainan kecil yang dibelikan oleh nenekku. Dari mainan ini aku memperhatikan detail bis mulai dari luarnya sampai dalamnya.

Lalu bagaimana pengalamanku untuk pertama kali (dan terakhir sampai sekarang) naik bis tingkat? Cukup menyenangkan, terutama karena aku duduk di lantai dua. Awalnya menegangkan, soalnya begitu naik ke lantai dua yang aku liat bis ini nggak ada sopirnya. Terus begitu duduk ada orang yang bagiin permen ke semua penumpang, tapi nggak lama kemudian permennya diambil lagi. Ini kayanya orangnya suka PHP-in orang nih, cuma pamer-pamer permen doang gitu. Tapi ketegangan itu ilang begitu perjalanan udah agak lama. Tapi nggak lama kemudian, saat aku mulai menikmati perjalanan, eh udah sampai ke tujuan.

Setauku sekarang udah nggak ada lagi ya bis tingkat di Indonesia sebagai transportasi umum dalam kota gitu dengan trayek-trayek tertentu. Ada sih yang di Solo, tapi hanya difungsikan sebagai bis wisata aja, pemberhentiannya ya ke tempat-tempat wisata aja. Nggak tau kenapa, apa karena pemeliharaannya sulit, atau karena terlalu tinggi. Atau karena peminatnya berkurang, atau teknologi dan ergonominya nggak sesuai dengan tata kota.

Emang ada beberapa kelebihan dan kekurangan dari bis tingkat ini. Kelebihannya di antaranya hemat pemakaian ruang jalan. Bayangkan aja kalo jalanan sekarang ini dipenuhi dengan bis sebagai sarana angkutan transportasi masal. Kalo bis tingkat dipakai, jumlah bis biasa bisa berkurang karena satu bis tingkat kan bisa ngewakilin dua bis biasa. Dengan demikian otomatis kan pemakaian ruang jalan, terutama buat bis yang suka kebut-kebutan di jalan itu bisa dihemat. Selain itu emang bis tingkat bisa dijadikan daya tarik wisata tersendiri. Dengan naik bis tingkat, terutama yang di atas, bisa menjangkau daya pandang yang lebih luas daripada naik bis biasa, sehingga ada sudut pandang yang berbeda.

Dari beberapa kelebihannya, juga ada kelemahannya. Salah satunya adalah bis tingkat ini hanya cocok dijalankan di jalan mendatar, mungkin lebih sesuai hanya dijadikan kendaraan transportasi umum dalam kota. Itupun juga nggak semua jalan bisa dilewati karena terbatas pada batasan tinggi dan kelandaian jalannya. Lagian, untuk penumpang yang lebih nyaman naik bis dengan melihat sopirnya, kalo dia naik bis tingkat dan dapat tempat di atas bisa-bisa dia akan merasakan ketidaknyamanan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s