Legenda Ular Putih

Posted: 23 Desember 2013 in Pengalaman
Tag:, , , , , ,

white snake legendDulu waktu aku kecil ada film berseri di televisi yang terkenal banget, judulnya ‘White Snake Legend’. Yang suka nonton tivi tahun ’90-an pasti ingat nih. Dulu tayangnya di SCTV, yang sayangnya dulunya nggak siaran di tiviku. Tapi karena di rumah dipasang parabola, jadilah SCTV sebagai salah satu pengisi acara di tiviku, dan untungnya, serial ini masih tayang, belum tamat. Inget kan dengan dialognya yang ‘Istriku…’, atau ‘Suamiku…’.

Dan dari tayangan ini aku jadi belajar mengerti bahwa tidak semua ular di tivi itu menakutkan. Ular di sinetron ini lucu banget bentuknya. Aku jadi berpikir bahwa tidak semua siluman itu wujudnya jelek, garang, sangar, dan menjijikkan. Liat aja, siluman ular di sinetron ini, cantik-cantik. Satu lagi, aku jadi tau bahwa orang China di sinetron ini tidak bisa membedakan mana cewek dan mana cowok. Padahal dari mata imutku ini jelas-jelas aku tau bahwa yang jadi tokoh cowok utamanya itu cewek yang berdandan kaya cowok. Ini dandan kaya cowok aja masih keliatan kaya cewek. Aku jadi paham gimana cerita Sam Pek dan Eng Tay itu terjadi, di mana mereka nggak paham pas Eng Tay, yang nyamar jadi cowok biar bisa sekolah, itu adalah seorang cewek.

Dan terakhir, aku jadi belajar memahami bahwa tidak semua sinetron dari negeri China sana adalah sinema laga atau sinema kung fu. Okelah kita bisa masukin ‘The Grand Canal’, ‘To Liong To’, atau ‘Return of the Condor Heroes’ ke dalam kategori ini. Tapi nggak dengan ‘White Snake Legend’! Kalo mau dikata sinema laga, di mana laganya? Yang ada juga dua orang saling tunjuk-tunjukan, terus dari ujung jarinya keluar sinar semacam laser mengarah sesuai ke mana jarinya mengarah. Sinetron ini sebenarnya bisa dibilang operet, soalnya banyak nyanyinya di tengah adegannya, mirip sama film India.

Ini kaya sinetron ‘Kera Sakti’ yang pernah dibilang sama pihak tivinya sebagai sinema kung fu. Ini Kera Sakti di mana kung funya, harusnya lebih tepat sebagai sinema komedi aja, soalnya banyak komedinya sih. Ada sih adegan tawurannya, tapi hampir sama kaya sinetron ‘Ular Putih’ tadi, sering tunjuk-tunjukan gitu.

Eh tadi juga nyinggung film India ya, dulu juga suka nonton film ‘Ramayana’. Kalo ada yang pernah baca ceritanya, atau seenggaknya ngerti ceritanya, pasti kalo dirunut ceritanya kita akan ngebayangin bahwa perang antara prajurit Rama melawan pasukan Rahwana itu seru banget. Banyak adegan-adegan pertempuran antar prajurit dan duel satu lawan satu antar masing-masing panglimanya. Tapi apa yang kita dapat dari film ‘Ramayana’ yang dari India ini? Perang panah! Suatu ketika Laksmana melawan Hindrajit, Laksmana terlihat melepaskan anak panah dari busurnya, yang sedetik kemudian Hindrajit juga terlihat melakukan hal yang sama. Kedua anak panah masing-masing meluncur dan kita akan dapat mengikuti jalannya kedua anak panah ini dalam waktu lama, ya paling cepat sekitar 30 detik lah. Begitu ketemu di tengah-tengah, kedua anak panah ini akan menunjukkan kesaktiannya. Salah satu dari mereka, yang kalah, akan hilang secara tiba-tiba. Gimana dengan yang menang? Hilang dari layar, nggak diceritakan anak panah itu jalan ke mana lagi gitu!

Banyak lagi kelebayan dari film yang kita tonton, kita bisa ngomong ‘Ah itu kan cuma film!’, atau ‘Namanya juga film, banyak yang khayal’, atau sebagainya. Tapi anehnya kita seakan tersihir oleh film itu, yang kita bilang banyak boongnya tapi kita seneng nontonnya. Kita bisa sering nemuin berapa banyak orang yang ngebahas cerita sinetron kemaren malamnya dengan serunya. Kita lebih suka dengan bohongnya film karena ceritanya seru meskipun banyak yang nggak masuk akal. Dan nyatanya, kita sering lebih ingat adegan-adegan di film daripada tugas sekolah kemaren. Karena lebih menarik? Bisa jadi!

Iklan
Komentar
  1. mhilal berkata:

    Betul juga. kita tak peduli cerita itu bohong atau beneran, asal seru dipantengin saja sampe kelar. 😀

  2. arman berkata:

    wah. aku lupa-lupa ingat nih sama film ginian. haha.
    dulu ada sih film laga dari china juga pas masih kecil, tapi lupa namanya. ah sudahlah
    tapi film dulu lebih bagus ya dari sekarang. hmm

    kalau ada waktu, main ke blogku juga ya

  3. lazione budy berkata:

    all hail 90s!
    suka sama Yoko dan ular putih. Sama satu lagi penginapan pintu Naga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s