Berita Sendiri

Posted: 22 Desember 2013 in Pengalaman
Tag:, ,

Waktu kecil aku pernah berlagak seperti jurnalis. Ya, sebagai wartawan gitu, bikin artikel-artikel, jurnal berita, kaya gitu sih. Ceritanya dulu aku pernah bikin liga sepakbola fantasi kalo istilahnya sekarang. Jadi aku bikin sebuah negara yang punya liga sepakbola dengan beberapa klub, dan punya sistem liga sendiri. Dasarnya mirip liga-liga sepakbola profesional kaya sekarang ini, tapi dulunya aku nggak tau gimana cara bikin sistem klasemen. Tapi pas di SMP dulu ada pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, di situ diterangkan gimana bikin sistem skoring dan jadwal liga.

Terus apa hubungannya sama wartawan tadi? Tentu saja ‘negara’ ini punya yang namanya media massa, dalam hal ini koran. Jadi aku bikin mini koran yang isinya kaya koran-koran yang ada nyata, tapi aku cuma bikin berita olahraganya, lebih spesifiknya berita tentang liga sepakbola yang aku bikin tadi. Berita ini biasanya isinya laporan hasil pertandingan, dilengkapi dengan gambar-gambar yang pura-puranya itu foto dari pertandingan. Pernah bikin pula ‘edisi poster’, menampilkan foto lengkap pemain yang pas waktu itu timnya juara liga.

Bikin berita dari kejadian yang ‘nggak nyata’ kaya gitu emang sulit ya. Aku bikin liga fantasi aja udah fantasinya ke mana-mana, maksudnya sepakbolanya gitu. Udah gitu bikin jurnalnya lagi, ini fantasinya harus berlebih. Tapi ngejalaninnya seneng-seneng aja tuh! Ini bagiku semacam perpaduan antara kegemaranku pada sepakbola dan keisenganku menyusun kata-kata, dua bidang yang berbeda dan disatukan di dalam permainan khayalan. Padahal salah satu unsur keunggulan dari sebuah berita adalah kebenaran dan kenyataannya. Ini yang aku bikin benar, tapi nggak nyata karena hanya terjadi dalam khayalanku aja.

Terus gimana sekarang kabarnya ‘liga khayalan’ku itu? Hilang! Semua catatan dan datanya cukup menarik bagi tukang loak saat mereka berkunjung ke rumahku. Sama kaya buku-buku karyaku sejak kelas 1 SD, catatan ini sangat diminati bagi penjual barang bekas.

Dan sekarang jurnal yang aku tuliskan ada di dalam halaman blog yang aku bikin. Kalo ada yang bilang bahwa ngeblog itu peran sebagai sutradara, desainer, penulis, perias, dan sekaligus pemainnya, maka dengan berani aku bilang, ‘YA!!’. Program ngeblog ini sebenarnya masih ada hubungannya sama program liga fantasi tadi, sama-sama ada di pikiran dan kemudian dikeluarkan biar nggak terperangkap di sana. Kalo liga fantasi tadi diwujudkan dengan bikin sistem perligaan dan pemberitaan, kalo di blog ini ya bentuknya bikin tulisan.

Dan dengan ngeblog ini sebagian dari cita-citaku semasa kecil, yaitu bikin jurnal, jadi tercapai. Seenggaknya meskipun banyak tulisan yang nggak masuk akal dan nggak mutu, tapi itulah yang keluar dari pikiranku, yang mungkin dia mulai gerah dan takut terperangkap di sana, atau dia fobia akan ruang gelap dan tertutup, akhirnya keluarlah dalam bentuk rangkaian kata-kata gitu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s