Foto Penulisnya

Posted: 20 Desember 2013 in Pengalaman
Tag:, ,

karikatur-kartun-sepak-bola-lucu-cesc-fabregasMungkin dari sekian ribu pembaca blogku ini ada yang pengen tau, sebenarnya gimana sih kira-kira ekspresiku kalo pas mengutarakan tulisan dalam blogku ini, apakah marah-marah, atau diam aja, belagak lugu-lugu ngeselin gitu, atau ketawa-ketiwi, atau juga senyum-senyum tersedu-sedu? Aku pernah baca sebuah blog, di headernya ada foto penulisnya lagi senyum lebar gitu, jadi setiap kali baca isi tulisannya aku jadi ngebayangin kalo orang ini kalo dia mempresentasikan setiap tulisannya dengan senyum-senyum lebar.

Itulah kenapa aku pasang fotoku juga di blogku ini, nggak di atas sih biar nggak ada kesan apa gitu, tapi di bawah, di pojok, biar keliatan pas blog udah selesai dibaca sampe habis. Biar nggak terkesan narsis juga, aku kasih info bahwa itu fotoku beberapa tahun yang lalu. Kalo foto yang sekarang bentuk wajahnya gimana? Tetep sih!

Tapi emang aku nggak terlalu suka nampangin foto diri di tulisan-tulisan blog. Biar nggak ada pikiran gini, “Ih, isi blognya cemen banget, eh ini ada foto yang bikin tulisan ini. Oh, jadi si cendol ini toh yang bikin tulisan? Fotonya senyum-senyum kaya udah paling bener aja… alay lo…!!!”. Itu rasanya kaya seluruh tulisan yang aku tulis tadi nempel di mukaku yang nggak rata ini. Dan semua orang baca tulisanku sambil menilai “Ni hidungnya nggak simetris nih… matanya kurang oke, meskipun alisnya kurang bumbu tapi ekspresinya cukup bagus. Kompor gas!!!”.

Nggak tau juga sih, sebenarnya isi blog itu berbanding lurus dengan wajah penulisnya atau nggak, tapi tetep aja kalo lagi baca sebuah tulisan, kita sering nyari-nyari, ada nggak foto penulisnya. Coba liat di koran-koran atau majalah gitu, kan sering tuh pas baca sebuah artikel dan nemuin kalimat apa gitu, kita sekejap mengalihkan perhatian dari teks yang kita baca ke foto penulisnya kalo ada. Kita ngebayangin gimana kalo wajah ini lagi ngomongin tulisannya, kemudian sekejap kemudian kita balik lagi ke teks yang kita baca tadi. Ini bahayanya kalo si penulis tadi nggak pede kita liatin, pas kita baca teks, liat ke foto penulisnya, lalu kita balik lagi ke teks semula, begitu kita liat lagi ke foto eh ternyata nggak ada gambarnya, tinggal tulisan aja ‘Lagi cuci muka’.

Tapi emang bisa dibilang foto penulis itu penting nggak penting sih. Dari foto ini kita bisa tau wajah penulisnya, siapa tau tar ketemu di jalan terus kita sapa atau minta tanda tangan gitu. Nggak pentingnya ya itu tadi, pas tulisannya nggak mutu sama sekali dia malah nyumpah-nyumpahin fotonya. Ya itu sih sebenarnya juga nggak bisa terlalu dianggap penting, saat sebenarnya yang kita cermati adalah hasil-hasil tulisannya.

Iklan
Komentar
  1. edi padmono berkata:

    Betul sekali dunia blogging adalah dunia keakraban maya trus kalau nggak tahu wajah autornya gimana kalau ketemu di alam nyata? Pasti cuek cuekan karena nggak kenal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s