Permakluman

Posted: 12 Desember 2013 in Pengalaman
Tag:, ,

“Saya orang Indonesia salah wajarkan?”

Ini adalah retweet dari seseorang yang aku nggak kenal, meskipun wajahnya cantik (dan meskipun nggak ada hubungannya antara ‘nggak kenal’ sama ‘cantik’). Dialog nggak langsung ini berawal dari saat cewek tadi ngebalas twit dari seorang yang aku ikuti di Twitter. Dia pake bahasa Inggris di beberapa bagian kalimatnya. Nah, ada satu bagian yang pemakaiannya bahasa Inggrisnya salah, nggak pas gitu. Karena tampil di timeline-ku, aku retweet aja dengan kalimat yang benar. Eh, nggak taunya dia ngebales! Sebenernya seneng sih ada yang ngebales gitu, apalagi dia cewek. Tapi ternyata balesannya gitu…

Maksudnya bukan sok bisa bahasa Inggris atau sotoy gimana gitu, tapi cuma ngebenerin aja. Sering banget nemuin hal-hal yang kaya gini. Dan tiap kali nemuin, dalam pikiranku muncul dua pilihan, “Aku harus bilang ‘RIP English’, atau ‘Istirahat dalam tenang, Bahasa Indonesia’ ya?”. Untungnya dalam menghadapi pilihan ini nggak harus sampe sholat istikhoroh dulu, lagian nggak terlalu penting banget.

Tapi gini aku jelasin, kita, orang Indonesia, memang bukan penutur asli bahasa Inggris. Bahasa Inggris digolongkan bahasa asing di Indonesia. Lagian Inggris juga nggak lama-lama amat menjajah Indonesia. Tapi kita saat salah dalam penggunaan bahasa Inggris selalu aja berlindung pada fakta bahwa “Saya orang Indonesia, yang wajar bila salah mengucapkan bahasa Inggris”. Kenapa harus beralibi gitu?

Maksudnya kenapa harus beralibi, karena sebenarnya itu bisa dicegah. Iya, salah mengucapkan atau menuliskan bahasa Inggris bisa kita, orang Indonesia ini, cegah, dengan tidak memakainya. Yang kita tau adalah bahasa Indonesia ini udah banyak banget kata-katanya, masak nggak ada satupun kata dari bahasa Indonesia yang bisa menggantikan kata dari bahasa Inggris yang kita pake tapi salah tadi. Misalkan gini, ada yang salah dalam memakai susunan kata dalam kalimat ‘You are is the best!’, ini kan sebenarnya maksudnya mengungkapkan kehebatan seseorang, dalam bahasa Inggris biar keren, nggak tau yang seseorang yang dimaksud hebat tadi tau nggak artinya. Tapi ternyata pas diucapkan salah guna! Kenapa nggak langsung bilang aja ‘Kamu yang terbaik!’, sederhana, tepat guna, dan insya Allah yang dibilang ‘terbaik’ tadi kalo dia orang Indonesia juga pasti ngerti.

Bahasa, itu nggak hanya sekedar dipake buat keren-kerenan. Para penggemar musik luar negeri sering pake lirik-lirik lagu buat status atau twit misalnya, biar dibilang keren atau gimana, lebih dari itu maksud dari pemakaian bahasa itu! Bahasa sebagai sarana pengantar komunikasi, yang penggunaannya juga harus baik dan benar, agar nggak hanya menghargai asal bahasa itu sendiri, juga agar komunikasi berjalan lancar dan nyaman karena kedua pihak saling mengerti. Dan karena atribut ‘keren’ itu tadi, orang yang nggak ngerti maksud dan kandungan dari kalimat yang salah, cenderung menganggap itu keren dan bisa jadi dia kemudian meneruskan penggunaan kata yang salah tadi ke orang lain. Ini sebenarnya bahayanya, saat pemakaian bahasa dan kata yang salah menyebar dan itu kemudian dianggap sebagai permakluman dan kewajaran saat kita salah memakainya.

Jadi, orang Indonesia, pake bahasa Inggris tapi salah mungkin wajar, tapi jangan sampai kewajaran ini dianggap sebagai hak perlindungan. Kita orang Indonesia mungkin dongkol atau jengkel saat bahasa Indonesia dipakai sembarangan oleh orang asing, atau beberapa di antara kita menganggap itu sebagai kelucuan dan patut ditertawakan. Mungkin sebenarnya orang Inggris juga gitu saat bahasa Inggris salah digunakan, tapi karena kita nggak ngerti bahasa mereka saat mereka protes, mungkin kita di sini menganggap itu kata-kata keren.

Komentar
  1. nazhalitsnaen mengatakan:

    wah wah wah saya baru tahu ada semacam pendapat dari seseorang semacam ginian… masak memaklumi kalau bukan bahasa kita jadinya masih sering salah… itu berarti ketika dikasih ralat pembetulan gitu orangnya malah gak menjadikannya sebagai pembelajaran ya… memang dalam belajar itu salah-salah ada kalanya ada, tapi menjadikan itu alasan/permakluman ya mengecewakan sekali… menghargai penggunaan bahasanya kurang jadinya…

    • chuin5 mengatakan:

      Iya Mas, ini bisa jadi kebiasaan pakai bahasa asing dengan sembarangan, kalo salah pakai jadi kewajaran, kalo salah jadi wajar terus kesannya kita jadi nggak mau belajar gimana benernya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s