Teknologi tak Terkejar

Posted: 5 Desember 2013 in Pengalaman
Tag:, ,

kejarBeli majalah atau tabloid komputer jaman sekarang ini malah bingung sendiri. Gimana nggak, isinya ngebahas teknologi komputer yang termutakhir, tentang prosesor terbaru, sistem operasi terbaru, sampai program-program baru. Bagus sih, itu berarti majalah atau tabloid ini sangat terkinian, tapi bagi penikmat teknologi komputer ‘konvensional’ macam aku ini, yang masih pakai Dual Core dan pake teknologi OS Windows XP yang sekitar dua belas tahun lalu, nggak banyak yang bisa aku dapat selain CD gratis dan informasi harga komputer.

Demikian juga dengan tabloid ponsel yang ada. Pembahasannya antara ponsel ber-OS beserta program-programnya, perang teknologi antar vendor dan perang tarif antar operator, sampai ponsel-ponsel keluaran terbaru yang harganya nggak umum. Nggak ada lagi tips dan trik pake ponsel Java, atau cara unduh logo operator ponsel. Dan yang aku dapat sebagai informasi langsung adalah daftar harga ponsel.

Nggak salah sih, seperti yang aku bilang di atas, itu berarti majalah atau tabloid ini sangat terkini, termutakhir, dan sebagainya. Sedangkan bagi pengguna teknologi lawas, nggak banyak yang bisa didapatkan. Tapi yang perlu dipikirkan adalah, saat mereka sedang ngebahas tentang teknologi Windows XP, di sekitar sepuluh tahunan yang lalu, gimana kita, apakah sudah menggunakan XP itu, ataukah tidak beli majalah itu. Mereka pastinya ngebahas XP atau ponsel-ponsel jadul, saat barang-barang ini lagi ngetren-ngetrennya. Segala hal udah dikupas habis dalam materi mereka dan emang itu jamannya.

Dilihat dari sisiku sendiri, saat mereka ngebahas teknologi Windows XP yang pada saat itu masih baru, seingatku aku masih pake Windows ME, ’98, bahkan sempat juga yang edisi ’95. Begitu aku beralih ke pemakaian XP, majalah udah ngebahas tentang Windows Vista atau Windows 7. Aku akui bahwa aku begitu ketinggalan. Pas ponsel ngebahas tentang ponsel Java, aku masih pake ponsel monokrom dan monofonik. Begitu pindah ke ponsel Java, majalah ngebahas Blackberry. Pas ngejar ke Blackberry, ponsel udah ngebahas tentang Android, iOS, Windows Phone, dan sebagainya. Pembahasan pun tidak bisa terkejar lagi.

Tapi gini, kalo kita niat banget ngejar teknologi, kita sendiri yang bisa kewalahan. Bukan hanya secara materi, tapi juga mental. Saat teknologi terbaru muncul, lalu kita tersetting untuk mengejar teknologi, maka pikiran kita akan terganggu dan terobsesi dengan teknologi terbaru ini. Otomatis teknologi yang lama akan semakin ditinggalkan, padahal pemanfaatannya masih bisa optimal. Sekarang kita sering menemui ada orang yang ponselnya udah pake smartphone, tapi fitur yang terpake cuma SMS sama telepon doang. Anak-anak kecil udah pake smartphone juga.

Jadi sebenarnya, di dunia nyata, pemakaian teknologi itu berbanding lurus dengan kemampuan finansialnya. Bagi yang punya banyak uang, secanggih apapun teknologi dia bisa beli, nggak peduli mau dipake apa teknologi canggih itu. Jadinya begitu fitur yang ada nggak kepake itu merupakan kesia-siaan tersendiri, dan akhirnya smart-phonenya nggak diikuti oleh smart-user.

Tapi tetep aja sampai sekarang, aku juga masih kadang-kadang beli majalah atau tabloid komputer atau ponsel, biar nanti suatu saat kelak di kemudian hari, kalo suatu ketika aku bisa beli teknologi yang nggak terkejar itu, aku udah punya tips buat penggunaannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s