Kumpulan Gambar

Posted: 13 November 2013 in Pengalaman
Tag:, ,

Italia Piala Dunia 1994Piala Dunia tahun 1994 adalah titik awal di mana aku menggemari sepakbola. Waktu itu turnamen diadakan di Amerika Serikat, yang selang waktunya di sini mencapai 12 jam. Jadi pertandingan sepakbola yang biasanya diadakan malam, di sini disiarkan pada pagi hari. Tambahan beruntungnya adalah waktu itu sedang libur sekolah, dan tidak ada kegiatan favorit selain nonton televisi, tambahan lagi stasiun televisi yang siaran di rumah hanya satu saja.

Sebenarnya awalnya aku tidak terlalu sering melihat pertandingannya. Awalnya aku suka melihat foto-foto di koran saja, yang mengabadikan momen-momen berkesan yang terjadi di AS sana. Dari situ muncul keinginanku untuk membuat kliping tentang Piala Dunia, yang kemudian aku utarakan kepada ibuku. Setelah restu ibu aku terima, mulailah sejak saat itu muncul lubang-lubang di koran harian langganan kami yang terjadi akibat foto-fotonya aku guntingi dan ditempel di buku bekas. Dan sejak saat itu pula aku nggak terlalu puas hanya menonton gambarnya saja, beberapa pertandingan mulai aku pelototi melalui layar televisi.

Usai Piala Dunia 1994 aku mulai memproklamirkan diri sebagai penggemar sepakbola kecil-kecilan. Kliping tadi merupakan ‘barang pusaka’ yang tidak bosan-bosannya aku bolak-balik tiap lembarnya sampai lusuh. Bahkan beberapa tahun berikutnya aku pindah ke buku yang baru agar lebih bagus dan rapi lagi. Dari situ aku berpikir bahwa membuat kliping gambar sepakbola merupakan hal yang menyenangkan.

Beberapa tahun kemudian, aku mulai kembali membuat kliping gambar sepakbola. Dengan sumber daya yang terbatas, kliping tersebut sempat tidak bertambah halamannya selama beberapa saat, meskipun juga dapat sumbangan dari beberapa kenalan. Tapi akhirnya klipingku berkembang pesat karena waktu itu aku secara khusus membeli tabloid sepakbola yang aku korbankan lembarannya untuk jadi serpihan gambar yang berpindah memenuhi buku kliping.

Di jaman sekarang bisa dikatakan dengan mudah dari banyak media, bahan bisa terkumpul. Aku bisa melihat bahwa hal itu adalah sebuah kelebihan untuk membuat kliping, tapi tidak bisa menjadi seni membuat kliping. Dulu untuk memenuhi sebuah buku menjadi kumpulan gambar membutuhkan beberapa waktu bisa berbulan-bulan. Sedangkan sekarang bahan gambar untuk satu buku bisa didapat dalam hitungan menit saja. Sebenarnya keinginan meneruskan kembali mengumpulkan gambar untuk ditempel dalam sebuah buku kadang juga muncul, tapi sekarang ini gambar bisa dilihat saja melalui komputer. Kemudahan seperti ini yang malah sering membuatku merindukan kumpulan gambarku yang dulu.

Iklan
Komentar
  1. Dyah Sujiati berkata:

    Kumpulin lagi aja Pak 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s