Kucing Motivator

Posted: 7 November 2013 in Menulis, Pemikiran
Tag:, ,

kucing bersepatu botSekali-kali ngomongin hal yang nggak masuk akal boleh kan? Kita ngomongin tentang hewan. Dosa nggak sih ngomongin hewan? Kan hewan nggak ngomongin kita! Gini nih, banyak dongeng, terutama fabel, yang diawali dengan kalimat ‘Jaman dahulu kala, saat binatang masih bisa berbicara, …’. Pertanyaannya, itu hewan-hewan bicaranya pake bahasa apa jaman dulu itu? Trus kalo dulu bisa ngobrol semua hewan itu, kenapa begitu nggak bisa ngomong bunyinya jadi beda-beda?

Aku jadi ingat dongeng tentang asal-usul kucing nggak bisa ngomong. Dulunya itu kucing bisa ngomong dan pinter berenang. Ada seekor kucing yang menjadi penasehat sebuah kerajaan. Rajanya udah tua banget (ini rajanya manusia) dan nggak punya anak. Dia hanya punya seorang adik yang serakah dan tamak, sama aja kayaknya kedua kata sifat itu. Terus karena udah merasa nggak mampu lagi memimpin kerajaan, dan nggak pengen kerajaannya hancur di tangan adiknya, sang raja kemudian mewariskan tahta kerajaan kepada kucing itu, dengan tanda bahwa cincin tanda tahta kerajaan diserahkan kepada kucing itu.

Karena adik raja itu tadi nggak terima, dia kemudian memaksa si kucing menyerahkan cincin itu kepadanya. Dan karena pengen nyelametin kerajaannya, maka kucing itu tadi tidak mau menyerahkan cincin kerajaan tadi. Karena terdesak, cincin itu kemudian ditelannya dan dia menceburkan diri terhanyut di sungai.

Sejak saat itu kucing nggak bisa ngomong. Tiap kali buang air dia mengubur kotorannya agar cincin kerajaan tadi nggak diketemukan musuhnya tadi. Dan karena trauma tercebur air, si kucing jadi takut air. Dari cerita ini muncul pertanyaan, emang saat itu kucing cuma ada satu ya di dunia ini? Anggaplah cuma ada dia seekor di dunia ini, gimana bisa sekarang begitu banyak kucing berkeliaran?

Kalopun ternyata tidak hanya satu ekor saja, kenapa semua kucing berbunyi sama? Ya anggap aja setelah itu kucing penasehat ini beralih karir jadi seorang motivator yang memberikan motivasi dan pengaruh hebat kepada kucing-kucing yang lain, sehingga sampai saat ini semua kucing berbunyi sama. Sekarang ini kan kosakata kucing itu terbagi menjadi tiga, yaitu ‘miaw’ (tempo lambat), saat dia pengen makan, lalu ‘miaw’ (tempo cepat), saat kita mendekatkan makanan kepada dia, dan ‘ngaaawwwww’ (nada tinggi), saat dia marah dan mengajak kita berkelahi, karena ternyata calon makanannya kita makan sendiri.

Nggak tau deh binatang yang lain gimana ceritanya, mungkin dulu salah satu dari nenek moyang mereka pasti ada yang jadi motivator kayak si kucing penasehat tadi. Jadi seluruh dunia, sampai sekarang, bunyi mereka seragam dan kompak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s