Cuaca

Posted: 6 November 2013 in Pemikiran
Tag:, ,

cuaca panas hujanNgomongin soal cuaca itu nggak akan ada habisnya, soalnya itulah yang dulu kita alami, sekarang sedang kita alami, dan nantinya juga akan kita alami. Maka dari itu obrolan tentang cuaca juga sering dijadikan percakapan basa-basi. Kecuali kita hidup di sebuah tempat dengan cuaca yang sama sepanjang tahun dan seumur hidup, maka kita akan mendapati bahwa cuaca akan berubah dari waktu ke waktu. Khususnya bagi kita yang hidup di Indonesia yang beriklim tropis, kita akan mengalami cuaca panas dengan hawa dingin dan kering di musim kemarau bergantian dengan cuaca hujan dengan hawa panas dan gerah di musim hujan.

Mungkin kita lebih sering mengeluhkan kondisi yang tidak menyenangkan di salah satu keadaannya. Saat musim kemarau kita mengeluhkan panas, saat musim hujan kita mengeluhkan hujan. Terus begitu, sampai sepanjang tahun dan seumur hidup. Dan beruntungnya lagi, selalu saja ada orang di sekeliling kita yang mengamini keluhan kita itu. Jadilah ajang berkeluh kesah ini membesar dan memanjang sehingga menjadi keluhan masal.

Lalu apa nggak bosan ya, setiap kali dan setiap saat mengeluh terus? Karena pasti ada setidaknya satu orang yang pasti jenuh dengan keluhan yang sama itu-itu aja terus menerus, meskipun yang dirasakan sama. Kalo di satu desa aja dapat hujan atau panas, pasti seisi desa juga merasakannya. Ingat kalo nggak kita sendiri saja yang kehujanan atau kepanasan, orang lain juga demikian. Kita nggak bisa kemudian merasa istimewa dan paling menderita, sehingga secara eksklusif kita perlu mengeluhkannya.

Lebih baik kita nikmati saja setiap pergantian musim dan cuaca. Saat panas, kita ingat bahwa nantinya kita juga akan melewatinya dan mendapatkan hujan. Demikian juga saat hujan. Jika seperti ini pastilah kita lebih merasa tenang sehingga hidup juga lebih nyaman dijalani. Ingat pula bahwa satu keluhan bisa menimbulkan keluhan yang lain, yang bahkan juga bisa ditumpuki oleh keluhan orang lain pula. Dan jika menerima keluhan cuaca dari orang lain kita juga perlu menanggapi seperlunya saja, tidak perlu menambahi dan mengompori. Toh kita juga mengeluh kepada apa dan siapa, apakah kita merasa pantas untuk itu, kecuali kita bisa membuat hujan sendiri di musim panas atau menyebarkan panas di musim hujan.

Komentar
  1. OM DEGE mengatakan:

    yaaap benar nih, syukuri apa yang diberikan tuhan😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s