Bersepeda

Posted: 31 Maret 2012 in Pengalaman
Tag:, , , , ,

sepeda bersepedaKembali membangkitkan semangat bersepeda pagi, setelah sangat lama sekali tidak melakukannya. Olahraga yang sebenarnya murah meriah, tapi karena aku sudah beberapa waktu tidak lagi punya sepeda, maka kegiatan transportasi lebih sering tergantikan dengan motor. Dan setelah punya sepeda lagi, kegiatan bersepeda bisa kembali dilakukan.

Beberapa rencana sudah mulai membayang, menentukan rute mana saja yang mau dilewati kembali. Prioritas utamanya adalah beberapa jalan yang dulu pada saat masih sekolah sering aku lewati. Dulu, entah sendiri atau bergerombol bersama teman-teman, sering bersepeda melewati jalan-jalan desa kecil, yang kadang tidak bisa dilalui sepeda sehingga sepeda yang harus ganti diangkat oleh kami. Menyusuri jalan-jalan yang belum pernah dilalui, mencari jalan-jalan tembus yang mempercepat sampai ke tujuan, bahkan bersepeda jauh ke luar daerah.

Kini jalan-jalan itu yang ingin aku lewati kembali. Setelah sholat Subuh, mulai keluar dengan sepeda, tentu saja hari masih cukup gelap. Melewati jalan-jalan kecil, terutama yang tanpa penerangan dan belum diaspal, menjadi cukup sulit di awal perjalanan. Bahkan saat melewati pinggiran sungai Brantas, aliran sungainya terlihat mengerikan karena hanya terlihat gelap memantulkan bayangan yang ada di sekelilingnya. Tapi kalo udah agak terang sedikit, semua jadi terlihat jelas, perjalanan terasa lebih bernuansa berbeda.

Ternyata setelah melewati jalan-jalan yang sudah cukup lama tidak aku lalui, ada beberapa tempat yang sudah berubah sehingga kadang aku pangling karena sudah lupa. Beberapa jalan tanah dulunya kini sudah menjadi jalanan beraspal, meskipun ada juga yang masih berupa jalan makadam berbatu, bahkan beberapa masih berupa batu baru. Jalan-jalan tembus yang dulu, beberapa sudah tidak lagi bisa dilewati karena sudah ditempati bangunan. Jadi ingat dengan kedua temanku dulu pada saat bersepeda sama-sama saling membanggakan desanya yang punya jalan tembus. Yang satunya tidak mau kalah dengan teman yang lain bilang kalo jalan tembus di desanya sangat benar-benar berupa jalan tembus yang melewati kebun-kebun rumah orang, bukan area yang memang sengaja dibuat jalan.

Sempat pula melewati rumah beberapa teman lama yang sudah lama juga tidak bertemu. Kini beberapa rumah-rumah mereka juga berubah tidak lagi seperti dulu saat masih sering main ke sana. Dari beberapa pengalaman tersebut, yang paling menyenangkan adalah menemukan sebuah rute yang dulu pernah aku lewati pas ikut sepeda santai di SD. Udah lama banget penasaran dengan rute tersebut, pengen menyusuri tapi lupa di beberapa bagian jalannya. Tapi begitu dicoba lagi dengan mengingat-ingat kembali, akhirnya ketemu juga jalannya.

Melakukan sebuah kegiatan yang dulu pernah bahkan sering dilakukan pada masa kecil memang menyenangkan. Banyak cerita dan kenangan yang kembali muncul, mengingatkan masa-masa di mana tidak ada beban berat yang tersimpan di dalam hati dan pikiran. Semuanya serba menyenangkan, dengan dikelilingi oleh teman-teman yang berperasaan sama. Walaupun kini aktifitas tersebut tidak lagi dilakukan bersama teman-teman yang dulu, namun cerita itu masih akan tetap tersimpan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s