Patung

Posted: 29 Maret 2012 in Islam, Pemikiran
Tag:, , , , ,

Patung LibertyDi sela-sela kesibukan rutinitas pagi hari, jelang berangkat kerja, sambil dengar dan lihat berita di televisi yang mengulas tentang patung-patung di Indonesia khususnya patung-patung yang bermasalah. Bahkan beberapa di antaranya kemudian dirobohkan oleh penduduk setempat karena berbagai alasan. Namun yang sangat disayangkan, ternyata pihak redaksi berita malah terkesan menyalahkan masyarakat yang tidak memahami dan mengerti makna dan maksud di balik patung tersebut.

Jangan pikir masyarakat tidak memahami seni, masyarakat mungkin sangat paham itu melebihi para tokoh di balik redaksi berita tersebut. Ini mungkin lebih tentang prinsip dan identitas komunitas. Memang banyak sekali patung-patung bersebaran di seluruh penjuru Indonesia ini. Bahkan banyak di antaranya merupakan peninggalan jaman Megalitik yang berupa patung-patung batu besar. Di depan rumahku sendiri berdiri patung berbentuk pergelangan tangan yang terpenggal mengacungkan dua jari tanda dukungan ke sebuah partai politik besar di jaman Orde Baru, namun di bawahnya tertulis “Dua Anak Cukup”. Bahkan di desaku sendiri berdiri patung besar maskot Kabupaten Kediri berwujud arca Dewa Ganesha (aneh sebenarnya kalo sebuah wilayah seperti ini bermaskotkan dewa pagan). Dengan berbagai maksud dan tujuan, tidak hanya patung yang didirikan, namun ada juga dalam bentuk monumen atau tugu.

Lalu apa perlunya pembangunan thoghut-thoghut tersebut? Dalam berita tersebut disiarkan bahwa patung-patung tersebut didirikan di antaranya dalam rangka memperindah tata ruang kota. Padahal ada sebuah patung berbiaya kurang lebih sampai 4 miliar. Padahal alangkah lebih indahnya bila biaya tersebut disalurkan untuk pembangunan sekolah-sekolah yang hampir roboh, misalnya. Atau memperbaiki sarana transportasi, contohnya. Aku tidak terlalu memperhatikan patung-patung apa saja yang bermasalah dan yang sudah dirobohkan, tapi sekilas ada berita tentang patung Barack Obama di situ. Sebuah pertanyaan kembali muncul, seberapa pentingkah patung Obama ada di Indonesia, hanya karena beberapa tahun beliau ini tinggal di Indonesia? Suatu pengandaian saja, dari sebuah penelitian bahwa Adolf Hittler pernah tinggal dan meninggal di Indonesia, mengapa Indonesia tidak merasa perlu membuat patung Adolf Hittler di Indonesia?

Memang pembuatan patung dihindari karena menjauhi maksud dari menyembahnya. Tapi patut kita simak, bahwa para penyembah berhala dahulunya tidak menyembah patung. Mereka menyembah Allah SWT melalui ajaran orang-orang soleh. Setelah orang-orang soleh tersebut meninggal, maka kaum yang ditinggalkan membuat patung-patung untuk mengenang mereka, bukan untuk menyembah mereka. Namun generasi-generasi selanjutnya kemudian “merasa” perlu menyembah patung-patung tersebut. Dan akhirnya jadilah mereka penyembah berhala. Sedangkan menurut catatan sejarah yang pernah aku dengar, jumlah dan macam berhala pada saat Islam masuk ke daerah Nusantara berkali-kali lipat lebih banyak daripada jumlah dan macam berhala pada saat Islam disebarkan di bumi Arab. Hal ini yang dikhawatirkan dari generasi-generasi kita selanjutnya, yang mungkin kurang mendapat pengetahuan tentang maksud adanya patung tersebut.

Apalagi sering sekali berkaitan dengan sebuah peristiwa maka dibuatlah monumen. Yang kemudian terjadi adalah monumen tersebut dijadikan tempat mengenang yang terkadang berlebih-lebihan. Lihat saja di Monumen Bom Bali, banyak yang kemudian menaruh bunga, foto, tulisan, bahkan berdoa di ‘altar’ monumen.

Masih tercuplik dari berita yang sama, patung bagi beberapa penguasa adalah penguat kekuasaan, terbukti sejak jaman Indonesia merdeka para penguasa negeri ini membuat patung-patung dengan maksud-maksud tertentu. Maka bertebaranlah patung-patung pahlawan, adegan heroisme perjuangan bangsa, sampai diorama dan relief-relief di berbagai tempat. Bahkan ada beberapa yang jadi maskot dari sebuah kota atau daerah (seperti patung dewa pagan Ganesha tadi). Jadi ingat sebuah patung kambing di sebelah jalan timur kantorku, awalnya aku khawatir patung tersebut merupakan pemujaan hal-hal tertentu yang mengarah kesyirikan, namun ternyata itu adalah tanda bahwa di situ ada penjual kambing.

Terakhir, masih dengan pertanyaan yang sama dalam pikiran, perlukah adanya patung tersebut? Bahkan dengan maksud apapun? Padahal kita tidak ingin malaikat tidak mau memasuki rumah kita karena ada patung thoghut di rumah kita, bagaimana ya jika malaikat tidak mau memasuki negara kita karena banyak patung thoghut di negara kita?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s