aksara jawaTernyata, meskipun menjadi bahasa percakapan dan komunikasi sehari-hari, menulis blog dengan menggunakan bahasa Jawa itu tidak semudah membalik telapak kaki. Terbukti dari beberapa posting blog yang aku buat menggunakan bahasa Jawa, ternyata dalam penyusunannya malah memakai tulisan bahasa Indonesia sebagai dasar pembuatannya. Padahal bahasa yang dipakai juga bukan bahasa Jawa yang halus, menggunakan bahasa sehari-hari saja, tapi tetap saja kesulitan mencari kata-kata yang tepat.

Maklumlah, bahasa Jawa mempunyai kata-kata yang bisa jadi berbeda dari satu daerah ke daerah yang lain bahkan untuk menyebutkan suatu hal yang sama. Terlebih lagi bahasa percakapan sudah mengalami penyesuaian dan adaptasi yang sangat luar biasa, bisa berbeda jauh dari bahasa pembentuk aslinya. Terlebih lagi, bahasa Jawa juga banyak menggunakan vokal ‘a’ yang tidak tegas, melainkan ‘a’ yang mengarah ke vokal ‘o’. Sedangkan dalam tulisan dasarnya, kata tersebut ditulis dengan huruf vokal ‘a’.

Selain itu, banyak lagi aksara yang tidak sama antara penulisan dan pengucapannya. Bahkan mungkin banyak orang Jawa sendiri masih salah dalam menuliskannya, meskipun benar dalam mengucapkannya. Patokan kata-kata dalam bahasa Jawa sendiri memang berdasar pada aksara Jawa, yang bila dibaca bisa menimbulkan pengertian yang lebih tegas dalam perbedaan pengucapan dan penulisan, misalkan pada huruf ‘d’ dan ‘dh’, atau ‘t’ dan ‘th’. Terutama untuk bahasa Jawa krama alus yang asli, masih sangat cocok bila ditulis dengan aksara Jawa tersebut. Terlebih lagi, banyak kosakata bahasa Jawa yang tidak ada dalam bahasa Indonesia.

Alhamdulillah udah punya blog dengan memakai bahasa Jawa. Bukan bahasa Jawa halus sih, karena aku juga tidak terlalu hapal bahasa halus dari masing-masing katanya, lebih ke bahasa percakapan sehari-hari. Soal pembaca, mungkin akan banyak yang tidak paham sehingga tidak terlalu banyak dikunjungi orang, tapi setidaknya aku punya cara bagaimana agar bahasa Jawa tidak terlupakan. Banyak sekali terutama dari generasi muda sekarang ini yang tidak tahu bagaimana perbedaan bahasa Jawa untuk percakapan dengan orang tua, dengan teman sebaya, dan juga dengan generasi di bawahnya. Apalagi dengan bahasa Jawa halus. Orang-orang tua sekarang lebih suka mendidik anak-anaknya dengan bahasa Indonesia, melupakan bahasa Jawanya, sehingga pendidikan bahasa Jawa halus menjadi terlupakan pula.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s