Poskamling

Posted: 15 Januari 2012 in Pengalaman
Tag:, , , , ,

poskamlingAku masih sempat mendapati di mana poskamling di sekitar rumahku masih mengalami keramaian dalam eksistensi kegiatannya. Memang di sekitar rumah, di tiap blok (RT/RW) selalu ada sebuah tempat bernama pos keamanan lingkungan, atau lebih sering disebut dengan singkatannya, poskamling. Pos pusat kegiatan sistem keamanan lingkungan (siskamling), di mana para penjaga dan peronda (biasanya warga lingkungan tersebut dan dibantu oleh petugas hansip) berkumpul untuk kemudian melakukan giliran ronda tiap malam untuk menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.

Isi dari poskamling cukup beragam tapi yang pasti terdapat berbagai peralatan yang mendukung kegiatan siskamling itu sendiri. Ada beberapa pentungan, tikar, alat permainan untuk mengisi waktu ronda seperti papan catur ataupun papan karambol, ada juga yang dilengkapi dengan peralatan elektronik macam televisi atau radio, kemudian di bagian luarnya ada sebuah lonceng besi sebagai tanda untuk penduduk di sekitar. Poskamling juga bisa dipakai sebagai tempat berkumpulnya warga sekitar, walaupun hanya sekedar duduk-duduk, ngobrol sambil nonton televisi bareng.

Tapi entah sudah berapa lama kemudian poskamling tidak lagi eksis. Kurang jelas juga penyebabnya, entah karena lingkungan sudah tidak perlu dijaga lagi, atau fungsinya kurang efektif, atau hanya sebagai pengganggu lingkungan saja. Yang pasti satu per satu poskamling hilang ruh kegiatannya. Ada yang oleh penghuni rumah di dekatnya diratakan dan dijadikan bagian dari rumahnya. Ada pula yang beralih fungsi sebagai tempat jualan. Ada yang dirobohkan begitu saja. Yang masih berdiri pun, seringnya tidak terawat, meskipun masih layak dipakai.

Beruntung aku masih menemui beberapa pos yang tidak jauh dari rumahku, masih terdapat benda-benda peralatan pendukung siskamling. Meskipun yang aku tahu pos itu sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya, namun masih bisa didapati pentungan-pentungan yang masih tergantung di dalamnya. Pintunya? Ada yang sepertinya terkunci rapat, dan entah siapa yang membawa kuncinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s