Teknisi vs Pengguna Komputer

Posted: 2 Januari 2012 in Pemikiran
Tag:,

Laptop Pengguna KomputerTeknisi dan pengguna komputer adalah dua sisi yang berbeda, namun saling berkaitan. Seorang pengguna (terutama pengguna program aplikasi) cenderung menginginkan menggunakan komputer yang tanpa ada masalah dan mudah, terkadang bagaimanapun keadaannya pengguna tidak mau tahu, yang jelas dia hanya ingin apa yang dipakainya dalam keadaan terbaik sehingga memudahkan pekerjaannya. Sedangkan teknisi cenderung suka memperbaiki dan mengatur komputer dengan standarnya sendiri, tidak peduli siapapun yang menggunakan komputer tersebut (kebanyakan teknisi hanya mau mengatur di pengaturan global, bukan secara mendetail ke programnya).

Seringkali pengguna menemukan cara-cara unik dan baru yang memudahkan bagi mereka saat mengerjakan sesuatu. Cara-cara tersebut kemungkinan bisa diatur dalam suatu pengaturan, tapi terkadang pengguna tidak tahu bagaimana caranya. Sedangkan teknisi yang hanya mengurusi masalah global dari komputer tersebut tanpa mendalami programnya secara langsung, bisa jadi tidak tahu cara-cara mudah tersebut, sehingga di saat mengatur komputer dia tidak memberikan pengaturan tersebut pada komputernya. Mungkin akhirnya akan agak menyulitkan penggunanya saat ingin mengaplikasikan cara-caranya ke dalam pekerjaannya.

Salah satu contoh kecilnya adalah pengaturan Recycle Bin. Bagi pengguna, kapasitas harddisk yang besar adalah suatu keistimewaan. Namun bersamaan dengan itu, berbanding lurus dengan penggunaan kapasitas Recycle Bin yang juga cukup besar. Recycle Bin secara terdefault menggunakan 10% dari kapasitas harddisknya, jadi jika menggunakan harddisk 250 gb, maka akan ada ruang terpotong 25 gb dari keseluruhan kapasitasnya, sebuah jumlah yang masih cukup besar untuk tempat penyimpanan dokumen. Tanpa banyak tahu tentang pengaturannya, seorang pengguna akan merasa kebingungan saat tahu bahwa harddisknya tidak bisa lagi menyimpan data karena harddisk penuh, sedangkan dari keterangan komputer sendiri kapasitas harddisk yang terpakai belum maksimal. Sedangkan teknisi akan merasa bahwa tidak ada pengaturan lain yang dirasa perlu baginya, karena dia tidak menggunakan komputer tersebut secara rutin.

Kalau ada koordinasi dan kerjasama antara keduanya, pasti akan mudah. Pengguna memberikan daftar pengaturan yang ingin didapatkan dari pekerjaannya dengan sebuah program aplikasi kepada si teknisi, dan teknisi akan memudahkan pekerjaan pengguna dengan membuat pengaturan khusus untuk si pengguna. Ada kolaborasi antara pekerjaan keduanya. Lebih mudah lagi bila si teknisi juga seorang pengguna komputernya, lebih bisa mendetail lagi pengaturannya karena dia juga akan menggunakan komputer tersebut sebagai pengguna, jadi dia juga tahu bagaimana cara-cara yang memudahkan dan mempercepat pekerjaannya. Ada bagusnya bila teknisi belajar mencoba menjadi pengguna, atau pengguna belajar menjadi teknisi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s