Rumah Sakit Margasatwa

Posted: 20 Desember 2011 in Pengalaman
Tag:,

Rumah Sakit Umum Surya MelatiYang namanya rumah sakit, tetap saja hampir sama dengan rumah sehat, begitulah juga di rumah sakit tempatku bekerja. Masih saja ada banyak binatang berkeliaran di dalam rumah sakit, baik berupa binatang peliharaan atau binatang yang tidak lazim dipelihara. Serangga dan binatang kecil lainnya, secara wajar hampir selalu ada di setiap tempat, tentunya juga hidup dengan nyaman juga di rumah sakit, berada dalam habitat alaminya di alam terbuka, dan juga di lingkungan di sekitar rumah sakit.

Yang mungkin bukan merupakan habitat alaminya adalah kedatangan lalat di setiap musim panen ayam. Beberapa waktu yang lalu memang ada kandang peternakan ayam yang berada cukup dekat dengan rumah sakit, yang merupakan juga tempat bersarangnya lalat. Sehingga saat ayam-ayam tersebut dipanen dalam waktu tertentu, lalat kehilangan teman tinggal, sehingga berekspansi ke daerah sekitar. Alhasil, banyak lalat yang kemudian juga memilih berkunjung ke rumah sakit. Jumlahnya tak terkira, sampai-sampai pembasmian dengan cara apapun terasa tidak mempan. Pakai obat semprot, gelombang pertama akan mati bersamaan, tapi kemudian tak lama berselang akan datang lagi gelombang kedua, yang kemudian gelombang-gelombang berikutnya, sehingga saat pembersihan gelombang sebelumnya belum tuntas, gelombang berikutnya sudah datang. Musim lalat akan berakhir saat musim ternak ayam kemudian tiba. Untungnya sekarang peternakan tersebut sudah dipindah, sehingga musim lalat di rumah sakit sudah berakhir.

Yang juga agak mengganggu tentu saja binatang-binatang yang dikategorikan sebagai binatang yang lazim dipelihara di rumah-rumah sehat. Binatang-binatang ini datang dari lingkungan sekitar, yang merupakan binatang peliharaan penduduk daerah sekitar. Ayam adalah binatang yang sering mampir ke pekarangan rumah sakit. Keberadaannya cukup mengganggu tidak hanya pemandangan, tapi juga tanaman yang ada di halaman taman. Selain suka buang-buang air sembarangan di berbagai tempat, banyak tanaman yang juga jadi santapannya, sehingga merusak keindahan taman. Suara gaduhnya juga sering mengganggu ketenangan.

Yang lebih merasa ‘hidup tenang’ di rumah sakit adalah kucing. Bahkan beberapa kucing kemudian banyak yang beranak dan menempatkan anak-anaknya di rumah sakit. Seringkali ditemui kucing-kucing kecil berkeliaran di rumah sakit, bukan hanya di lorong-lorong atau di ruangan-ruangan, tapi juga di atas langit-langit, jalan-jalan santai di atap gedung, juga bersantai-santai di atas loteng.

Berbagai cara sebenarnya sudah dilakukan untuk mengendalikan ‘kelakuan’ mereka di rumah sakit. Mulai dari memasang tulisan ‘Ayam dilarang masuk’, mengusir para pendatang tanpa identitas, sampai membawa jauh-jauh untuk kemudian ditinggalkan, tapi masih saja ada beberapa yang berkeliaran, padahal tidak ada satupun karyawan yang memeliharanya di rumah sakit. Seolah-olah binatang-binatang ini tidak dipelihara dengan baik oleh pemiliknya di rumah, sehingga mereka lebih memilih tinggal di rumah sakit. Padahal di rumah sakit pun mereka juga tidak diperhatikan, tidak ada yang memelihara, dan tidak ada juga yang menginginkan. Mungkin suasana di rumah sakit menyenangkan bagi mereka, sehingga mereka lebih suka tinggal di rumah sakit daripada di rumah sehat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s