Membuka Pikiran

Posted: 15 Desember 2011 in Pemikiran
Tag:,

membuka pikiranPerumpamaan pikiran adalah bagaikan parasut yang digunakan untuk terjun payung, bila tidak terbuka saat digunakan maka akan menghancurkan pemakainya.

Kadang seseorang bisa sangat terbuka dalam pemikirannya terhadap segala hal. Dia bisa menerima segala hal dengan apa yang diterima oleh pemikirannya. Ada juga yang cukup selektif menerima segala hal yang diterima pikirannya. Dan ada juga yang tertutup, tidak akan ada apapun yang bisa masuk ke dalam pikirannya, bagaimanapun itu.

Saat pemikiran terperangkap dengan penyimpulan sendiri, asyik menikmati pemikiran-pemikiran dari dalam dirinya sendiri, tanpa peduli apakah itu salah atau benar, benar-benar tertutup dari pengaruh luar, bahkan kritik dan saran yang membangun atau menjatuhkan, seperti itulah posisi parasut yang sedang tidak terbuka. Karena sebenarnya bisa saja pengaruh dari luar membantu dalam suatu pemikiran yang rumit, meskipun ada peluang bahwa pengaruh dari luar bisa saja menghasut pemikiran pribadi.

Tidak terbuka, terutama kepada kebenaran, itulah yang sebenarnya akan menghancurkan diri sendiri. Lebih baik menjadi selektor untuk segala hal yang masuk ke dalam pikiran daripada membiarkan pikiran tertutup dari segala hal. Memikirkan fakta dan realita, disertai bukti mendukung yang nyata. Sebenarnya memang lebih baik jika percaya pada kebenaran pemikiran pribadi sendiri, tapi bukankah lebih baik jika dipadukan dengan hal-hal yang nyata, yang nampak dengan jelas kebenarannya, bukan sekedar fiktif dan sekedar prasangka emosional.

Mimpi-mimpi, dirasakan nyata jika kita di dalamnya. Saat bangun, kita baru sadar hal itu benar-benar aneh. Segala keputusan dan pilihan hidup berawal dari pikiran dan berasal dari analisa dalam kesadaran dari fakta, realita, bukti, dan kenyataan pasti. Keputusan dan pilihan hidup tidak digantungkan hanya dari pengendalian perasaan dan emosi, yang seperti parasut yang tidak terbuka, tidak bisa membuka akal sehat seseorang dalam penggunaan di masa-masa penting. Seseorang tidak bisa memutuskan sesuatu hanya dari sebuah berita tanpa bukti. Sebuah keputusan yang muncul hanyalah keputusan yang berdasarkan kenyamanan dan keadaan sementara, bukan mengarah pada pengambilan solusi dan langkah jangka panjang, karena parasut belum terbuka lebar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s