Pilih Kalimat yang Mana?

Posted: 4 Desember 2011 in Pemikiran
Tag:,

Kebanyakan sebuah panduan atau tutorial menggunakan kalimat perintah dalam menjelaskan langkah-langkahnya, misalnya ‘Masukkan nama anda di kotak yang paling atas’. Sebuah kalimat bernada perintah, karena terlihat dari kata pertama dari kalimat tersebut, ‘Masukkan’. Mungkin dengan kalimat seperti ini, sebuah panduan menjadi terkesan cukup tegas dan kesan lain yang muncul adalah ini suatu keharusan.

Dulu saat mengerjakan laporan praktek industri, aku sering membandingkan tulisanku dengan beberapa temanku satu kelompok. Aku lebih sering menggunakan kalimat aktif dalam menjabarkan langkah kerja, misalnya ‘Menghaluskan permukaan benda kerja dengan mengikir permukaan yang diinginkan’. Sedangkan kebanyakan temanku memakai kalimat mengajak, misalnya ‘Permukaan benda kerja kita haluskan dengan mengikirnya’. Dengan kalimat ini, pembaca seolah dituntun untuk mengerjakan suatu perintah dalam langkah kerja tadi.

Sedangkan kalimat aktif yang aku pakai, seolah mengesankan bahwa langkah-langkah kerja tersebut dilakukan oleh penulis sendiri, sedangkan pembacanya mungkin tidak merasa terlibat dalam mengerjakan langkah-langkahnya. Hal yang agak mirip terjadi jika yang dipakai adalah kalimat pasif, misalnya ‘Permukaan benda kerja dihaluskan dengan dikikir’, lebih mengesankan bahwa penulis menceritakan pengalamannya dalam melakukan langkah kerja itu, dan lebih mirip dengan laporan kerja saja.

Tapi setidaknya, baik memakai kalimat mengajak, kalimat aktif, ataupun kalimat pasif, terkesan lebih halus dalam menggambarkan langkah-langkah kerja, daripada jika memakai kalimat perintah yang mengesankan keharusan melaksanakannya. Asal jangan sampai pakai kalimat tanya, pembacanya malah bingung, mau baca tutorial kok malah ditanyai. Masalah pemahaman para pembacanya dalam membaca panduan kerja ini, tetap tergantung pada personal masing-masing, lebih nyaman membaca kalimat yang bagaimana.

Hal yang sama mungkin terjadi saat menuntun seseorang dalam melakukan sebuah pekerjaan. Misalnya, seorang instruktur kursus mengetik mengatakan ‘Kita letakkan jari telunjuk pada tombol keyboard yang ada tandanya’, berarti instruktur tersebut mengajak (yang berarti seharusnya instruktur tersebut juga melakukannya sebagai contoh). Sedangkan dengan kalimat ‘Anda letakkan jari telunjuk pada tombol keyboard yang ada tandanya’, berarti instruktur meminta (memerintahkan) untuk meletakkan jarinya di tombol, tanpa instruktur sendiri melakukannya. Instruktur tidak memberi contoh, tapi mengarahkan kursuser dengan langsung berpraktek.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s