Besi Karatan

Posted: 29 November 2011 in Pemikiran
Tag:,

Benda kerja untuk praktek bagi para siswa SMK jurusan Mesin Produksi kebanyakan adalah sebatang besi yang belum berbentuk. Tugas para siswanyalah untuk membentuk besi itu jadi sebuah benda yang bermanfaat dan bernilai guna. Bisa dengan menggunakan mesin perkakas atau dengan pekerjaan tangan (sering disebut dengan kerja bangku). Misalkan para siswa diberi sebatang besi berbentuk silinder dengan permukaan yang masih sangat kasar, tugasnya adalah membuat besi tadi berbentuk silinder sempurna dengan permukaan yang halus dan sisi-sisinya yang rata.

Karena jumlah mesin tidak sepadan dengan jumlah siswa yang praktek, biasanya siswa bergantian pakai mesinnya, sehingga kadang baru menyelesaikan satu sisi, berikutnya mesin udah dipakai siswa lain sehingga menunggu dulu, sampai semua dapat giliran, baru main lagi. Kalo udah gitu sehari praktek belum tentu besi itu jadi sempurna semua bagiannya. Si besi kemudian dibawa pulang (bagi yang punya tempat penyimpanan di sekolah ya ditaruh aja di situ). Sayangnya hampir semua besi benda kerja ini rawan dan mudah banget terkena korosi (karat). Dibiarkan sehari aja udah bisa terlihat karat di mana-mana, terutama di bagian yang udah dikerjakan tadi (karena di bagian kasarnya tidak mungkin terkena karat). Apalagi kalo dibawa pulang tanpa perlindungan, kena udara dan hujan, udah deh, di pertemuan minggu berikutnya bisa-bisa kerjaannya ngulang lagi, cuma untuk menghilangkan korosi yang melekat.

Tapi ada cara mudah untuk melindungi permukaan dari korosi, yaitu dengan mengoleskan oli atau pelumas. Oli ini gampang ditemukan di bengkel mesin, bisa dari kaleng oli yang memang tersedia, atau mencolek dari tempat oli yang ada di mesin. Cukup dioles, kemungkinan besar karat tidak akan muncul. Cara lain adalah menghitamkan permukaan, atau istilah umumnya blacken, dengan catatan benda kerja udah finishing dan udah jadi, tinggal dikumpulkan. Caranya benda kerja dibakar sampai terlihat merah menyala, kemudian dicelupkan ke oli agak lama, dan saat diangkat jadilah benda kerja itu berwarna hitam di permukaannya.

Sebenarnya begitu pula dengan keadaan manusia. Saat belum tercerahkan bagaikan besi kasar yang belum terbentuk, kemudian mendapat petunjuk dan hidayah untuk menjadi yang lebih baik dan memperbanyak ibadah kepada Allah itulah saat besi dibentuk dengan mesin. Saat dalam keadaan tawadhu’ dan bertaqwa dalam hatinya harus selalu menghindari pengaruh-pengaruh negatif dari luar agar keadaan tetap suci dan iman, bagaikan pelumas yang melindungi besi dari korosi karena pengaruh udara atau hujan. Penguatan iman dan taqwa dalam diri bagaikan besi yang mengalami proses blacken tadi.

Hijrah menuju yang lebih baik dan menjadikan hari ini lebih baik daripada kemarin, dan semoga besok lebih baik daripada hari ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s