Bis

Posted: 25 November 2011 in Pengalaman
Tag:,

Gara-gara liat ibu-ibu yang lagi nyegat bis, aku jadi mengingat-ingat kapan terakhir kali aku naik bis. Rasanya udah lama banget gak naik bis, terakhir naik bis itu awal tahun lalu, itupun bis pariwisata saat ke Taman Jawa Timur Batu, bukan bis umum. Padahal dulu sering banget naik bis, ke mana-mana pake bis, maklum kendaraan andalannya ya bis itu. Tapi setelah punya motor sendiri, ke mana-mana ya naik motor. Jangankan ke Surabaya atau Malang, ke Jogja pun aku naik motor.

Jaman sekolah dulu juga tidak pernah sekalipun naik bis, menempuh jarak sekitar 10 km ya naik sepeda. Cuma kemudian saat mengikuti pendidikan profesi, aku sering naik bis. Jadi ingat-ingat lagi kebiasaan bis-bis  AKDP (Antar Kota Dalam Propinsi) itu, saat ibu-ibu tadi kesulitan dalam mencegat bis yang lewat. Bis-bis ini (terutama bis besar jurusan Surabaya – Tulungagung/Trenggalek) sulit diberhentikan di sembarang tempat. Kadang harus nyari hot spot dulu, yang sering digunakan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, bisa halte atau juga persimpangan jalan yang besar. Apalagi kalo udah balapan dengan bis lain, bisa-bisa mau turun pun susah.

Suatu etika (entah bisa disebut etika atau bukan) dalam berhenti saat ada calon penumpang yang nyegat adalah jika sedang di depan kendaraan lain atau lagi nyalip kendaraan lain, bisa dipastikan bis itu tidak mau berhenti, apalagi dengan kondisi mendadak. Kecuali kalo bis udah melambat dari jauh, mungkin masih bisa dan masih mau berhenti. Dan lagi-lagi, dalam posisi balapan, bis bisa dipastikan akan sulit dihentikan.

Rumahku berada di pinggir jalan raya propinsi, yang setiap hari dilewati bis-bis AKDP besar maupun kecil, sehingga memudahkan dalam menggunakan transportasi ini. Di seberang rumah juga ada halte bis, satu-satunya di kecamatanku (bahkan jika menyisir ke arah utara tidak ada lagi halte serupa). Namun meski dengan letak strategis ini, masih saja sulit mencegat bis, bahkan pernah pula beberapa kali diturunkan di tempat yang tidak tepat (terutama oleh bis-bis besar).

Sesaat kemudian, aku melihat kedua ibu yang lagi mencari bis yang mau berhenti berjalan ke arah selatan, mencari hot spot untuk pemberhentian bis. Dilihat dari cara mencari bis, mereka sedang menuju ke arah Tulungagung atau Trenggalek (mereka lebih memperhatikan bis-bis jurusan itu).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s