Bahayanya File Aplikasi

Posted: 27 Oktober 2011 in Komputer
Tag:,

Meletakkan file aplikasi dalam folder terbuka adalah sebuah kesalahan. Suatu saat kalo harddisk terkena virus Sality, maka file tadi akan terkena paling awal. Dan kalo file tersebut dieksekusi, maka dengan gemilang virus akan menyebar ke file-file aplikasi yang lain. Aplikasi dasar sistem operasi dengan program-programnya akan terinfeksi, kalo discan pake antivirus akan tidak bisa dibersihkan (hanya bisa dihapus), dan akhirnya sistem operasi harus diinstal ulang.

Kebanyakan virus ini selain menyebar dengan cara di atas, juga menyebar lewat perantaraan media penyimpanan seperti flashdisk. Bisa juga dari transfer file lewat jaringan. Malah ada juga yang menyebar dengan melalui printer yang diakses lewat jaringan (satu printer untuk beberapa komputer). Dan tidak ada cara yang lebih ampuh lagi selain format ulang harddisknya.

Tidak ada antivirus yang paling bagus. Yang bagus adalah antivirus yang diupdate secara rutin. Dan untuk mencegah virus seperti Sality tadi, berbagai macam antivirus udah bisa mendeteksi dan menghapus file yang terkena infeksinya. Pencegahan yang lain adalah tidak menyimpan file aplikasi yang terinfeksi, dan salah satunya juga tidak menyimpan file aplikasi di folder terbuka. Bahkan kalo file aplikasinya udah masuk CD tapi ternyata membawa infeksi, maka infeksi tadi terus terbawa dan keluar saat file itu disimpan di harddisk.

File aplikasi berekstensi *.exe adalah sarang utamanya. Untuk mencegahnya terinfeksi biasanya aku masukkan file tadi ke dalam folder terkompresi, bisa pake *.zip, *.rar, *.7z, ato kompresi yang lain. Ato kalo nggak gitu aku masukkan file ke dalam file image. Membuat file image yang paling mudah lewat Nero Burning Tool. Seperti membuat CD biasa, tapi drive tujuan diganti dengan Image Recorder, tidak mengarah ke drivenya. Kemudian simpan dengan nama (seperti nyimpen file biasa) dan proses dimulai.

Yang lebih lengkap biasanya aku pake Alcohol 120%. Dari CD filenya tidak perlu disimpan dalam harddisk, tapi langsung dikopi ke dalam file image. Dengan Alcohol ini pilihan format filenya lebih banyak dibandingkan dengan yang pake Nero tadi. Kelemahannya file image ini akan memakan kapasitas harddisk (karena ukurannya sama kaya CD aslinya), sehingga dengan harddisk berukuran kecil akan menjadi masalah dalam kapasitas kosongnya.

Untuk membuka file-file image tadi menggunakan virtual drive. Alcohol udah langsung membawa fasilitas ini. Ada program yang lain seperti Daemon Tools, PowerISO, WinISO, ato yang lain. Sedangkan Nero, yang aku tau di versi Nero 5 yang ada fasilitas virtual drivenya.

Dengan membuka lewat folder kompresi ato dari file image, file aplikasi lebih aman, kecuali kalo emang filenya dari awal udah kena virus berarti mengkandangkan dan memelihara virus tuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s