Seri Sekolah (2): Sekolah Dasar

Posted: 24 Oktober 2011 in Pengalaman
Tag:, ,

SD Ngadiluwih I, tujuan utamaku setelah dari TK. Alasannya sangat sederhana, dekat dengan rumah, bahkan sangat dekat, wong cuma di seberang rumah aja. Tapi karena jalan depan rumahku itu jalan propinsi, jadi nyebrangnya harus pake panduan orang dewasa lain. Kebanyakan teman TKku juga bersekolah di sini, jadi gak terlalu sulit mengenal teman-teman satu sekolah. Masuk pertama pembagian kelas, aku kurang paham bagaimana dan di mana kelasku, tapi kemudian aku baru tahu kalo aku ada di kelas B (pembagian kelasnya ada dua, A dan B).

Meskipun udah SD, tapi aku masih selalu ikut rekreasi TK, ikut ibuku tiap tahun. Seingatku sampe kelas 4 aku ikut rekreasi TK, setelah itu udah gak pernah lagi.

Kelas satu tidak ada kesulitan berarti. Masuk pagi sampai sekitar jam 10. Kelas dua masuk agak siang (lupa jam berapa), pulangnya jam 12. Di kelas tiga dan empat aku masuk siang dengan diselingi pagi. Maksudnya dalam satu bulan ada satu minggu di mana kelasku masuk pagi, sisanya masuk siang. Karena jatah masuk siang ada 4 kelas (2 kelas 4, 2 kelas 3). Jadi kalo mau masuk siang minggu berikutnya, hari Sabtu udah dikasih tau. Tapi tetep aja kadang khawatir kalo-kalo ternyata kelas masuk pagi, padahal aku mikir masuknya siang. Malah pernah kecele masuk pagi, eh ternyata kelasku masuk siang.

Di kelas tiga inilah prestasi terburukku selama di SD. Nilai-nilaiku jatuh gak pegangan. Khawatir dengan kemajuan belajarku, ibuku memasukkan aku dalam les seorang guruku, yang mengajar kelas empat. Perlahan-lahan nilaiku agak meningkat, sehingga di akhir tahun ajaran aku berhasil ikut naik kelas.

Meskipun masuk siang, tapi pelajaran olahraga tetep dilakukan pagi hari. Pernah sekali olahraga diikutkan di siang hari, tapi ternyata siangnya hujan deres banget, sehingga pelajaran olahraganya berganti dengan kegiatan main hujan-hujanan.

Kelas empat punya pengalaman masuk sekolah hampir sama dengan kelas tiga, karena jadwal masuknya sama. Kelas lima udah mulai masuk pagi lagi, dari jam 7 sampe jam 12 siang, sama dengan kelas enam. Mulai pertengahan kelas lima ini aku berhenti dari les guruku kelas empat, ganti ke les guruku kelas lima. Kelas lima ini mulai ada spesialisasi buat guru di tiap mata pelajarannya, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang satu guru untuk semua pelajaran sekaligus wali kelasnya.

Tiap masuk pagi selalu ada upacara di hari Senin, dan senam kesegaran jasmani di hari lainnya. Ada pembacaan sila-sila Pancasila sebelum memulai pelajaran (sekarang masih ada apa nggak ya?). Aku juga mengikuti ekstrakulikuler drumband sejak kelas 4 sampe kelas 6. Untuk rekreasi SD, kami pergi ke Tanjung Kodok Lamongan, Gua Maharani di Lamongan juga, Kebun Binatang Surabaya, dan terakhir ke Tanjung Perak.

Sepanjang SD, aku termasuk anak yang berbadan kecil, sering jadi bulan-bulanan teman-teman yang lebih gede. Tapi sekarang, pernah ketemu teman yang dulu badannya gede, dibandingin sama aku badannya ternyata lebih kecil daripada aku.

Komentar
  1. […] Cerita dalam Masa Sekolah Dasarku Rate this:Share this:Like this:SukaBe the first to like this. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s