Seri Sekolah (1): Taman Kanak-Kanak

Posted: 23 Oktober 2011 in Pengalaman
Tag:, ,

Aku gak tau mulai masuk TK pada usia berapa, tapi sepertinya di usia tiga tahun, soalnya pas umur lima taun aku udah masuk SD. TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal, opsi utama sekolahku bagi orangtuaku, karena emang ibuku kepala TKnya. Jaraknya sekitar 200 m dari rumahku, padahal 50 m ke arah utara dari rumahku ada TK juga. Karena ibuku waktu itu lagi cuti karena ngurus adekku yang masih kecil, maka aku berangkat sekolah seringnya diantar nenekku sambil bareng beliau berangkat kerja, pulangnya ada yang jemput, seringnya kakak sepupuku. Tapi tak jarang juga kalo ada teman bareng pulangnya jalan kaki, tar nunggu di pinggir jalan buat diseberangkan.

Tak banyak yang aku ingat di masa TK ini, kecuali aku adalah anak yang tidak bisa bersosialisasi dengan baik dan benar. Waktu istirahat aku habiskan dengan duduk-duduk di bangku depan kelas, seringnya ditemani sama bapak penjaga TK. Saat di nol kecil, karena udah bisa baca, abis jam istirahat pindah ke nol besar buat ikut ulih-ulihan. Tapi masa TK penuh aku abiskan selama dua tahun. Tapi yang aku ingat pas di nol kecil aku sering bolos, males berangkat sekolah. Sering kalo pagi di depan rumah aku liat teman-temanku lagi berangkat sekolah, tapi aku gak tergerak buat rajin masuk. Di nol besarnya baru aku mau rajin sekolah.

Aku sering mengingat nama-nama lengkap teman sekelasku, karena biasanya diabsen dengan dipanggil satu per satu. Tapi ada juga nama temanku yang aku gak tau nama lengkapnya, padahal dia akrab banget denganku, meskipun kemudian pas SD berpisah dan belum pernah ketemu lagi sampai sekarang. Aku cuma ingat nama panggilannya, aku dulu manggil dia Mas Wiwit. Rekreasi TK waktu itu pergi ke Kebun Binatang Surabaya, Pantai Kenjeran Surabaya, dan mengamati dari jauh Bandara Juanda Surabaya.

Dalam perpisahan pun aku juga diikutkan tampil. Waktu itu aku jadi dokter dalam sandiwaranya. Dalam sandiwara itu ada pidato tanpa teks juga, yang aku dilatih berminggu-minggu sebelum acara itu. Pidatonya lumayan panjang, tapi berhasil aku hapal. Buat jaga-jaga kalo aku gak hapal, ada guruku yang khusus duduk di barisan penonton paling depan, jadi kalo aku melihat ke beliau ini, beliau memberiku petunjuk dengan menuntunku kata-kata pidatonya. Kadang aku melihat beliau juga walau gak lupa teksnya, buat minta dukungan aja lah. Acara ini aku inget banget, karena ada beberapa foto dari acara tersebut yang masih disimpan dan kadang masih aku liat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s