Kisah Empat Peralatan

Posted: 20 September 2011 in Pemikiran
Tag:,

Suatu hari Kapak, Gergaji, Palu, dan Nyala Api mengadakan perjalanan bersama-sama. Di tengah gurun perjalanan mereka terhenti lantaran terhalang sebatang besi baja yang melintas di jalan. Berbekal kekuatan masing-masing, mereka berusaha menyingkirkan baja tersebut.

“Beres! Akan aku singkirkan”, kata Kapak. Baja tersebut lantas dihantamnya bertubi-tubi. Namun karena keras dan kuat, akhirnya mata Kapak malah tumpul. Kapak menyerah.

“Kalau begitu, biar aku aja yang urus”, giliran Gergaji unjuk gigi. Dengan gigi-giginya yang tajam, ia langsung menggergaji. Hasilnya? Sama saja. Gigi Gergaji rontok semua.

“Apa ku bilang!” timpal Palu. “Kalian tidak akan bisa melakukan hal ini. Akan ku tunjukkan caranya”. Apa yang terjadi? Baru sekali ia memukul, kepalanya terpental sendiri, benjol. Sedangkan baja tetap tak berubah.

Sementara itu, sang Api yang sedari tadi diam saja mendengarkan semua pertengkaran teman-temannya kini angkat bicara. “Boleh aku mencoba membantu kalian?” Tanpa menunggu lagi ia segera melingkarkan diri dan memeluk dengan lembut si baja penghalang tersebut. Ia mendekap erat-erat baja tersebut tanpa melepaskan diri. Akhirnya baja yang keras itupun meleleh dan mencair.

Ada banyak hati yang cukup keras untuk melawan kemurkaan dan kemarahan demi harga tinggi. Tapi jarang ada hati yang tahan melawan nyala api cinta kasih yang hangat.

Dari Blog Sendiri

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s