Anak-Anak

Posted: 20 Agustus 2011 in Pemikiran
Tag:

Tergelitik banget sama acara ajang kontes menyanyi anak-anak tapi menyanyikan lagu yang bukan anak-anak. Lagu-lagu yang semestinya untuk orang dewasa (yang bisa berpikir dan membedakan mana yang benar atau mana yang salah), disajikan dan ditampilkan oleh dan untuk anak-anak. Beberapa tahun sebelumnya ada acara yang sejenis, tapi lebih bernuansa “anak-anak” karena mereka mayoritas menyanyikan lagu anak-anak (setidaknya lagu buat anak-anak).

Secara realistis saja, sekarang memang jarang sekali lagu yang khusus buat anak-anak. Jarang ada album buat anak-anak yang beredar (mungkin karena kurang laku kali). Tidak ada lagi generasi penerus Joshua, Tasya, atau yang lebih jauh, Trio Kwek-Kwek. Nama-nama itu sekarang sudah tidak bisa lagi disebut anak-anak.

Di tempat lain, banyaknya sinetron untuk anak-anak (atau remaja), juga disisipi unsur yang sebenarnya bukan porsi mereka, dan cenderung dipaksakan. Sangat tidak pada tempatnya!

Orangtua adalah madrasah awal untuk anak-anak. Kemudian diteruskan oleh guru di sekolah. Sebagian pergaulan anak-anak memang ada di sekolah. Sebagian yang lain ada di lingkungan luar, yang tidak bisa dipastikan keamanannya. Memang tidak ada jaminan jika pendidikan dari awal sudah baik, yang berikutnya akan ikut jadi baik. Bisa saja baik di awal tapi buruk di sisi yang lain.

Akan selalu saya ingat kisah seorang anak, yang dari TK dan SDnya dihabiskan di suatu sekolah Islam yang (menurut saya) terbaik di daerahnya. Anak yang seperti ini seharusnya bisa membawa apa yang didapatnya dari sekolah untuk diamalkan di kehidupannya sehari-hari. Tapi nyatanya, terdengar kabar bahwa di SMP dia dikeluarkan dan juga menghamili pacarnya! Hal yang bisa disimpulkan dari anak ini adalah bahwa lingkungannya membentuk suatu sifat dan sikap yang bertolak belakang dengan apa yang didapatkannya di sekolah Islam tadi. Kebetulan dia memang tinggal dekat dengan lingkungan lokalisasi, di mana para pemabuk, penjudi dan pezina selalu berkeliaran di sana.

Mungkin tidak semua seperti itu, tapi itulah gambaran tentang anak sekarang yang sedang aku lihat. Terlebih lagi, anak-anak lebih suka dengan benda yang disebut televisi, tapi ironisnya jarang ada program televisi yang cocok dengan anak-anak. Kalau belasan tahun yang lalu, di sore hari, saat aktifnya anak-anak melihat televisi, bertaburan acara dan film untuk anak-anak, sekarang televisi bertaburan infotainment (mungkin dengan alasan yang sama seperti di atas, kurang laku dan tidak menaikkan rating).

Sekali lagi, ini adalah pandangan saya. Jadi, kalo punya pandangan lain, silakan berpendapat deh, gimana sebenarnya yang terjadi dan apa yang terbaik untuk anak-anak jaman sekarang.

 

Bacaan yang sama

Iklan
Komentar
  1. Hai..blognya keren lho…saya udah baca beberapa konten…
    salam kenal..nama saya Kak Zepe.
    Saya juga punya sebuah blog yang membahasa segala sesuatu tentang dunia anak.
    Khususnya tentang lagu anak-anal..
    Kalau mau tahu lebih lengkap, silakan bergabung di blog saya.
    Ada di

    http://lagu2anak.blogspot.com

    Sekalian ikut serta dalam mengembangkan lagu anak di tanah air yang kian merosot…
    Mohon dukungannya untuk mensukseskan gerakan ini.
    Salam cinta lagu2anak…

    • chuin5 berkata:

      Alhamdulillah, terima kasih udah berkenan mampir dan membaca, saya sudah masuk di blognya Kak Zepe dan ada beberapa hal yang sangat menarik. Bagaimanapun saya akan terus tetap mendukung bahwa ‘Lagu anak-anak memang untuk anak-anak’, dan terus semangat berkarya dan berjuang.
      Terima kasih sekali lagi :).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s